ilustrasi KTP (IDN Times/Adyaning Raras)
Menyikapi fenomena ini, Ketua Komisi III DPRD Lombok Timur, Amrul Jihadi, angkat bicara. Menurutnya kejadian ini seharusnya menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Ia menyoroti ramainya warga yang mengubah status pekerjaan dari petani menjadi buruh tani, atau dari wiraswasta ke kategori lainnya.
Menurutnya, perubahan status pekerjaan yang terjadi secara massal mencerminkan adanya kemunduran ekonomi, meskipun data statistik menunjukkan angka pertumbuhan yang positif.
Ia juga menyoroti adanya potensi kesenjangan antara data statistik dengan realitas di lapangan. Ia menilai, tingginya antusiasme masyarakat mengubah status pekerjaan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menjadi bukti nyata yang tak bisa diabaikan.
"Mungkin saja ada sedikit perubahan mental masyarakat karena perilaku pemerintah yang memberikan banyak bansos dan bantuan, agar masyarakat lebih berharap," pungkasnya.