Pembangunan kembali rumah adat di Dusun Sade Lombok Tengah, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Rekonstruksi Desa Adat Sade yang ludes terbakar pada 22 Agustus 2026 itu membutuhkan anggaran sebesar Rp36 miliar. Ketua Satgas Rekonstruksi Desa Adat Sade, Lalu Moh. Faozal, menjelaskan bahwa alokasi anggaran puluhan miliar rupiah tersebut mencakup rekonstruksi bangunan adat secara menyeluruh hingga penyediaan infrastruktur pendukung yang lebih aman.
Selain pembangunan rumah adat yang ludes terbakar, Faozal mengatakan perbaikan fasilitas sanitasi, drainase, hingga sistem pencegahan bencana kebakaran sesuai masterplan yang telah dibuat. Rekonstruksi Desa Adat Sade ditargetkan rampung Desember mendatang.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB itu mengatakan pihaknya sedang menjalin koordinasi dengan berbagai pihak untuk percepatan rekonstruksi Desa Adat Sade. Selain itu, Satgas juga sedang melakukan penghitungan ulang anggaran untuk menghindari tumpang tindih (overlap) antara alokasi belanja pemerintah dengan swadaya masyarakat maupun donasi yang masuk.
Kebakaran hebat yang melanda Desa Adat Sade menyebabkan 167 bangunan yang ludes terbakar. Kebakaran yang terjadi pada malam hari itu merusak puluhan rumah adat, artshop, masjid dan bangunan adat lainnya.
Adapun rincian 167 bangunan yang ludes terbakar dan rata dengan tanah di desa adat yang menjadi ikon pariwisata NTB tersebut. Rumah adat yang terbakar sebanyak 75 unit, artshop 69 unit dan lumbung alang 8 unit.
Kemudian Berugak Sekepat 6 unit dan Berugak Sekenam Besar 4 unit. Berikutnya, masing-masing satu masjid, bale beleq, toilet umum untuk wisatawan, gerbang desa adat dan pelonggo. Akibat kebakaran sebanyak 120 kepala keluarga (KK) atau 320 jiwa yang terdampak.