Cara Calon Wali Kota Atasi Banjir Rob dan Abrasi di Pesisir Mataram

Mataram, IDN Times - Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram saling adu strategi untuk mengatasi banjir rob dan abrasi yang terjadi setiap tahun di pesisir Kota Mataram. Fenomena banjir rob dan abrasi di pinggir pantai Ampenan, Mapak, Tanjung Karang, Pantai Gading dan sekitarnya menjadi ancaman yang muncul sewaktu-waktu dan dapat mengancam keselamatan masyarakat sekitar.
Seperti apa strategi konkret yang dilakukan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram mengantisipasi terjadinya banjir rob dan abrasi sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat di pesisir?.
Dalam debat perdana Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram yang digelar di Hotel Lombok Raya, Rabu (16/10/2024), kedua Paslon menawarkan strategi yang akan dilakukan jika terpilih pada Pilkada 2024.
Debat dihadiri dua pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram masing-masing pasangan nomor urut 1 Lalu Aria Dharma - Weis Alqurnain alias AQUR dan pasangan nomor urut 2 Mohan Roliskana - TGH. Mujiburahman alias HARUM.
1. Relokasi warga

Calon Wali Kota Mataram nomor urut 2 Mohan Roliskana mengatakan banjir rob dan abrasi di pesisir Kota Mataram sepanjang 9,1 kilometer memang menjadi ancaman setiap tahun terutama ketika memasuki musim angin barat. Dia mengatakan mitigasi bencana sudah dilakukan, kemudian melakukan relokasi masyarakat yang berpotensi terdampak banjir rob.
"Kita sudah bangun rumah susun nelayan yang hampir semuanya sudah ditempati. Kemudian juga tempat terdampak sudah kita clear-kan tak boleh ditempati lagi, masyarakat tak boleh kembali lagi dan memang sudah ada rumah sederhana yang kita persiapkan agar masyarakat tidak lagi mengalami hal yang sama," kata Mohan.
2. Ajukan pembangunan pemecah gelombang di Pantai Ampenan

Mohan menjelaskan salah satu strategi yang dilakukan untuk mencegah banjir rob dan abrasi adalah membangun pemecah gelombang khususnya di Pantai Ampenan. Namun, pembangunan pemecah gelombang membutuhkan biaya yang cukup besar.
Dia mengatakan pembangunan pemecah gelombang khususnya di wilayah pesisir Pantai Ampenan cukup penting, mengingat di sana ada objek vital negara yaitu Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Ampenan milik PT Pertamina.
"Kami sudah ajukan ke Kementerian PUPR agar bisa untuk pembuatan pemecah gelombang di pantai Ampenan. Ini menjadi pekerjaan rumah kita ke depan supaya bisa kita tangani lebih baik," terangnya.
Calon Wakil Wali Kota Mataram nomor urut 2 TGH Mujiburahman menambahkan menambahkan bahwa dia pernah diutus bertemu langsung Menteri PUPR terkait usulan pembangunan pemecah gelombang di Pantai Ampenan.
"Kami sudah menyampaikan ini, sesuatu yang sangat urgen diperhatikan dan ini sudah masuk catatan di Kementerian PUPR untuk ditindaklanjuti pembiayaan dari sana," kata calon petahana ini.
Upaya yang dilakukan saat ini mengurangi dampak banjir rob dan abrasi adalah menamam pohon-pohon pelindung. "Ini sudah banyak kita lakukan dan insyaallah mengurangi dampak banjir rob dan abrasi tersebut," jelasnya.
3. AQUR soroti nelayan Mataram parkir perahu di Senggigi

Sementara, Calon Wali Kota Mataram nomor urut 1 Lalu Aria Dharma mengatakan bahwa banjir rob dan abrasi di pesisir Kota Mataram merupakan siklus tahunan ketika datang musim angin barat. Dari hasil turun ke masyarakat, para nelayan membutuhkan tempat untuk memarkir perahunya.
Ketika datang musim angin barat, para nelayan di Kota Mataram tidak bisa memarkir perahunya. Malah, mereka memarkir perahu di wilayah Senggigi, Lombok Barat.
"Jadi selama ini, sebagian besar nelayan kita tidak bisa memarkir sampannya karena hempasan gelombang. Mereka parkir di Senggigi. Jadi, itu yang harus kita pikirkan. Kami, jika terpilih maka akan mengeruk sungai Unus untuk tempat parkir sampan nelayan," ujarnya.













![[QUIZ] Sudah Tersakiti tapi Masih Bertahan? Cari Tahu Alasannya dari Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20251113/pexels-gustavo-fring-4173140_8317ea12-c705-4b40-9e7b-c03fd3b3b51d.jpg)
![[QUIZ] Bagaimana Kepribadianmu saat Sendirian? Cari Tahu di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20260404/1000013396_7125005e-5677-451a-8d3d-0ba37705bec5.jpg)




