Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bupati TTU : Oknum DPRD pada Kasus dr. Icha Sering Mabuk dan Buat Onar
Bupati TTU Falentinus Kebo melayat ke rumah dr. Icha korban intimidasi anggota DPRD TTU. (IDN Times/Putra Bali Mula)
  • Bupati TTU Yosep Falentinus menyoroti oknum DPRD yang sering mabuk dan membuat onar, termasuk dalam kasus intimidasi terhadap dr. Icha hingga meninggal dunia.
  • Pemerintah Daerah TTU menyatakan dukungan penuh kepada keluarga dr. Icha untuk memperjuangkan keadilan serta mengungkap kelemahan pelayanan kesehatan yang terkuak dari kasus ini.
  • Bupati Falent khawatir kasus tersebut menurunkan minat dokter dan tenaga kesehatan untuk bertugas di TTU, yang saat ini sudah mengalami kekurangan tenaga medis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Bupati Timor Tengah Utara menyoroti perilaku oknum anggota DPRD yang diduga sering mabuk dan membuat keributan, terkait dengan kasus meninggalnya dr. Icha setelah mengalami intimidasi.
  • Who?
    Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha), serta anggota DPRD TTU Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani disebut dalam peristiwa ini.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, serta pernyataan disampaikan saat Bupati melayat di rumah duka dr. Icha.
  • When?
    Pernyataan Bupati disampaikan pada Sabtu, 27 Juni 2026, sementara insiden awal terjadi pada 13 Juni 2026 saat dr. Icha bertugas di ruang IGD.
  • Why?
    Pernyataan disampaikan untuk menyoroti kebiasaan buruk oknum dewan yang dianggap mencoreng kehormatan lembaga serta sebagai bentuk dukungan moral kepada keluarga almarhumah.
  • How?
    Bupati menyampaikan kritik secara terbuka saat melayat dan menegaskan komitmen pemerintah daerah mendukung keluarga korban dalam proses hukum dan upaya memperoleh keadilan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada dokter namanya Icha yang meninggal karena dimarahi dan ditakuti oleh beberapa orang dari DPRD. Bupati Falent bilang ada anggota dewan yang suka minum dan bikin ribut waktu kerja. Sekarang bupati datang ke rumah keluarga dokter Icha buat kasih semangat dan janji bantu cari keadilan. Ia juga takut nanti dokter lain jadi takut kerja di sana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo menyinggung adanya oknum anggota DPRD yang kerap mabuk dan membuat onar saat menjalankan kegiatan reses. Ia menyampaikan hal itu ketika melayat ke rumah duka dr. Icha, Sabtu (27/6/2026), yang meninggal dunia setelah diduga mengalami intimidasi dari sejumlah anggota DPRD TTU.

Sebelumnya, sejumlah saksi yang berada di ruang IGD saat peristiwa berlangsung menyebut dua anggota DPRD TTU, yakni Therensius Lazakar dari Golkar dan Norbertus Tubani dari PKB, tercium mengeluarkan bau minuman keras (miras). Keterangan tersebut muncul sebagai bagian dari kesaksian para saksi yang berada di lokasi kejadian.

1. Jadi preseden buruk bagi DPRD TTU

Suasana di rumah duka dr. Icha korban intimidasi anggota DPRD TTU. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Bupati Falent menyinggung adanya seorang oknum yang sama dalam kasus dr. Icha ini punya kebiasaan minum minuman keras (miras) atau mabuk.

"Dari kejadian yang sama juga, ada oknum yang sebelum dan sesudah reses itu melakukan kekacauan oleh karena pengaruh alkohol," katanya.

Kebiasaan buruk ini sebenarnya menjadi teladan atau preseden buruk terhadap kehormatan anggota dewan lainnya.

“Sehingga ini menjadi preseden yang buruk bagi oknum tersebut. Yang kita sayangkan oknum ini kan adalah anggota dewan, yang seharusnya tidak seperti itu," tukas dia.

2. Pemda TTU dukung keluarga

Ayah dan saudari dr. Icha saling berpelukan dan menangis tersedu-sedu. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Dengan adanya kasus intimidasi terhadap dr. Icha hingga berujung meninggal dunia ini, lanjut Falent, telah menguak keburukan dan kelemahan dalam pelayanan kesehatan.

“Dengan kejadian dengan dr Icha ini, kemudian membuka tabir yang selama ini tertutup rapat, yang dimana mereka tidak pernah cerita,” ujar Falent sebelumnya.

Falent mengungkap juga kedatangannya ini juga untuk memberikan penguatan kepada keluarga dokter bernama lengkap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni. Ia memastikan Pemerintah Daerah TTU akan berpihak pada keluarga almarhumah dalam memperjuangkan dan memperoleh keadilan.

“Akan kita perjuangkan bersama dengan keluarga. Apapun prosesnya untuk mengambil tindakan kami menunggu dan mendukung,” lanjutnya.

3. Khawatir berdampak pada kekurangan minat dokter

Ayah, ibu dan saudari dr. Icha berpelukan dan menangis di jasadnya. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Dampak dari kasus ini, ungkap Falent, bisa memunculkan keengganan bagi para dokter atau nakes lainnya untuk mengabdi di TTU. Ia khawatir hal tersebut terjadi apalagi dengan kondisi TTU yang sudah kekurangan dokter umum dan gigi.

“Kami mempunyai kekhawatiran akan hal itu," tambahnya.

Kejadian bermula saat dr. Icha menjadi dokter jaga di Rumah Sakit Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026. Kemudian ia menerima pasien anak rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu. Anak korban patukan ular ini merupakan ponakan Thrensius Lazakar. Ia saat itu datang dengan Norbertus Bani, dan hadir juga Veronika Lake.

Editorial Team

Related Article