Ilustrasi pelajar di Kota Mataram sedang berolahraga. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Wahyudin menjelaskan, IPM NTB 2026 mencapai 74,73, meningkat 0,76 poin atau 1,03 persen dibandingkan tahun 2025, yakni 73,97. Selama 2022–2026, IPM NTB rata-rata meningkat sebesar 1,07 persen per tahun. IPM NTB 2026 mengalami pertumbuhan dari tahun sebelumnya, terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.
Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, kata dia, bayi yang lahir pada tahun 2026 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 72,81 tahun. Angkanya meningkat 0,21 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.
Kemudian pada dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk NTB umur 7 tahun meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya dari 13,99 menjadi 14 tahun. Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk NTB umur 25 tahun ke atas meningkat 0,30 tahun, dari 8,21 tahun menjadi 8,51 tahun pada tahun 2026.
Sementara, dimensi standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan, meningkat Rp346 ribu atau 2,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kabupaten/Kota dengan nilai IPM tertinggi diraih oleh Kota Mataram, sebaliknya yang terendah adalah Kabupaten Lombok Utara," sebutnya.
Sementara itu, kata Wahyudin, pertumbuhan IPM tertinggi di NTB dicapai oleh Kabupaten Lombok Barat dengan angka 1,29 persen. Sedangkan laju pertumbuhan terendah tercatat di Kota Mataram sebesar 0,84 persen.