Bencana Hujan dan Angin di Manggarai Timur, Dua Warga Tertimbun Longsor

- Pencarian korban longsor masih dilakukan, dua wanita hilang dan dua lainnya selamat
- Lansia di Manggarai Barat tertimpa bangunan akibat cuaca ekstrem, kerugian materiil mencapai Rp30 juta
- Longsor tutup akses jalan Trans Provinsi Ruteng–Reok, personel Satbrimob Polda NTT membersihkan badan jalan
Kupang, IDN Times - Cuaca ekstrem yang melanda di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan sejumlah peristiwa longsor di Kabupaten Manggarai hingga Manggarai Timur. Bencana ini menimpa sejumlah warga hingga sempat menutup akses jalan.
Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto melalui Kapolsek Lamba Leda Utara, Iptu Aris Ahmad membenarkan warga yang menjadi korban akibat bencana tersebut. Ia menyebut longsor pada Kamis (22/1/2025) sekitar pukul 16.00 WITA ini menimbun empat unit rumah warga. Sementara dua perempuan masih dinyatakan hilang atau belum ditemukan hingga saat ini.
1. Pencarian masih dilakukan

Korban yang belum ditemukan yakni Theresia Resem (47) dan Yustina Mira (19). Dua korban yang selamat ialah Albina Ria dan Apri Nikolaus Acan. Mereka berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Benteng Jawa.
Warga Kampung Tuwa dan Kampung Pau pun harus mengungsi ke Kampung Rentung dan Kampung Buru Pote di Desa Gorong Meni pasca kejadian ini. Sementara ini pemerintah dan pihak keamanan tengah melakukan proses pendataan dan evakuasi.
“Jumlah korban, kerugian materiil, saat ini belum dapat dipastikan karena proses evakuasi masih berlangsung,” lanjutnya.
2. Lansia di Manggarai Barat tertimpa bangunan

Seorang lansia di Manggarai Barat juga menjadi korban cuaca ekstrem. Maria Muma (68) mengalami luka setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan anggotanya, pemerintah desa, serta warga setempat langsung mengevakuasi korban dan mendirikan dapur darurat bagi keluarga korban.
"Sementara korban mendapat perawatan medis di RSUD Pratama Komodo. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp30 juta,” jelas Henry.
3. Longsor sempat tutup akses jalan

Longsor akibat hujan intensitas tinggi juga terjadi di jalur Trans Provinsi Ruteng–Reok, tepatnya di Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, NTT. Longsor ini sempat menutup badan jalan dan menghambat arus lalu lintas antarwilayah lalu dibersihkan Personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT. Akses jalan di titik pertama berhasil dibuka lalu pembersihan di titik lainnya masih berlanjut.
Dansat Brimob Polda NTT Kombes Pol Afrizal Asri menegaskan pihaknya akan terus siaga dalam penanganan bencana alam.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang bermukim di wilayah rawan longsor dan pengguna jalan lintas provinsi, mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi di sejumlah daerah NTT.


















