Angin Kencang Terjang Kupang, Tiga Warga Luka Tersayat Seng

- Tiga orang luka-luka akibat angin kencang di Kota Kupang, NTT
- Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Kupang mendata dampak bencana dan memberikan bantuan darurat
- Imbauan bagi masyarakat untuk tetap tenang dan berhati-hati di lokasi kejadian
Kupang, IDN Times - Angin kencang di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka hingga dilarikan ke rumah sakit akibat disayat seng dan tertimpa material rumah yang rusak. Kejadian ini berlangsung pada Sabtu (24/1/2026), sekitar pukul 00.30 WITA, di RT 1/ RW 2, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Pihak kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, hingga kepolisian langsung mengidentifikasi korban dan kerusakan pasca kejadian tersebut.
Lurah Belo Robynson E. Lona menyatakan data sementara diketahui ada sekitar 20 lebih kepala keluarga terdampak kerusakan akibat terpaan angin kencang termasuk sebuah gedung gereja GMIT Yegar Sahaduta Belo.
1. Masih dirawat di rumah sakit

Ia langsung turun ke lapangan bersama aparat setempat pasca kejadian, sekitar pukul 04.30 WITA untuk identifikasi awal bencana terkait korban hingga jenis kerusakan rumah.
"Ada 20-an lebih kepala keluarga atau KK dengan 6 rumah yang rusak berat dan sisanya rusak sedang dan ringan. Sementara ada tiga orang terluka dan satu masih dirawat di rumah sakit," kata dia saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan ketiga korban terkena sayatan dari seng yang lepas dari rumah sehingga langsung mendapatkan perawatan medis.
"Kejadian itu ketika gelap mereka keluar dari rumah mungkin karena takut dan panik tetapi langsung terkena seng. Ada yang terkena di bagian leher. Luka-luka mereka itu di pundak, kaki dan area wajah. Semua korban ini usia dewasa," jelas dia.
2. Rumah dan gereja akan mendapat bantuan darurat

Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Kupang juga sementara mendata secara riil dampak bencana ini di lapangan. Pendataan meliputi jumlah per kepala keluarga dan jumlah korban terdampak. Ia menyebut rumah yang bukan tipe permanen pun akan mendapatkan intervensi.
Rumah-rumah warga akan diberikan bantuan darurat termasuk gereja yang akan mendapat bantuan tenda agar bisa beribadah pada Minggu esok.
"Terkait buffer stock (persediaan penyangga) juga akan sampaikan kepada BPBD Provinsi NTT agar dapat dikomunikasikan ke dinas sosial kota dan provinsi," jelas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Riko Umar, di lokasi kejadian.
Imanuel A. E. Uli selaku Pelaksana Tugas (Plt) Camat Maulafa berharap ada intervensi langsung terhadap korban bencana alam ini sesuai data yang nantinya dikumpulkan oleh pihak BPBD dan kelurahan. C
Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Johanes D. B. B. K. Assan menyatakan pihaknya akan menyiapkan bantuan sesuai dengan data korban atau keluarga yang terdampak angin kencang. Bantuan logistik seperti mie instan, selimut, pakaian dan tenda akan langsung didistribusikan.
3. Imbauan bagi masyarakat di lokasi

Anggota DPRD Kota Kupang, Dance Bistolen, mendorong pemerintah dapat melakukan intervensi langsung terhadap masyarakat secepatnya. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak termakan informasi yang tidak benar.
"Saya berharap pemerintah melakukan tindakan yang tepat dan memberi kenyamanan bagi masyarakat yang terkena musibah," tambah Dance di saat yang sama.
Sementara Kapolsek Maulafa, AKP Fery Nur Alamsyah, telah mengerahkan personilnya langsung ke lokasi bencana. Pihaknya telah mengimbau masyarakat mengamankan barang berharga dan elektronik di tempat yang lebih aman agar tak terjadi kerugian lebih besar. Ia meminta masyarakat tetap berhati-hati sementara berbagai pihak telah merespon kejadian ini.


















