Triwulan Pertama, 7.077 Proyek Sumbang Investasi Rp18 Triliun di NTB

Mataram, IDN Times - Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB mencatat realisasi investasi di triwulan I 2026 mencapai Rp18,06 triliun. Realisasi investasi sebesar itu disumbangkan dari 7.077 proyek yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-NTB.
Kepala DPMPTSP NTB Irnadi Kusuma menjelaskan realisasi investasi sebesar Rp18,06 triliun pada triwulan pertama itu berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).
"Realisasi investasi gabungan antara PMDN dan PMA di Provinsi NTB pada triwulan I tahun 2026 mencapai Rp 18,06 triliun dengan total sebanyak 7.077 proyek," kata Irnadi di Mataram, Senin (1/6/2026).
1. PMDN penyumbang investasi terbesar, PMA turun 14 persen

Irnadi menyebutkan selama periode Januari hingga Maret 2026, PMDN menyumbang porsi terbesar dengan total realisasi mencapai Rp 15,91 triliun dari total 3.146 proyek. Capaian PMDN ini mengalami lonjakan pertumbuhan yang sangat signifikan, yakni naik sebesar 54 persen YoY atau setara dengan kenaikan nilai sebesar Rp5,56 triliun.
Sedangkan PMA mencatatkan total realisasi sebesar Rp 2,15 triliun yang tersebar pada 3.931 proyek. Dikatakan, investasi asing mengalami penurunan sebesar 14 persen YoY, atau menyusut sekitar Rp350 miliar dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
2. Realisasi investasi terbesar di Sumbawa Barat

Dari 10 kabupaten/kota, Sumbawa Barat menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar di NTB, baik PMDN dan PMA. Irnadi menyebutkan realisasi PMDN di Kabupaten Sumbawa Barat menempati peringkat pertama dengan nilai investasi sebesar Rp13,37 triliun yang bersumber dari 190 proyek.
Kemudian Kabupaten Lombok Tengah berada di peringkat kedua dengan total realisasi Rp1,49 triliun melalui pengerjaan 348 proyek. Berikutnya, Kota Mataram di posisi ketiga dengan nilai investasi Rp244,95 miliar yang bersumber dari 808 proyek.
Selanjutnya, Kabupaten Bima berada di urutan keempat dengan menyerap investasi senilai Rp222,305 miliar dari 101 proyek. Sementara, Kabupaten Sumbawa menempati peringkat kelima dengan realisasi sebesar Rp186,459 miliar yang terbagi ke dalam 379 proyek.
Kabupaten Lombok Utara berada di posisi keenam dengan nilai realisasi Rp147,18 miliar dari total 163 proyek. Sedangkan Kabupaten Lombok Timur mencatatkan investasi senilai Rp116,09 miliar dengan sebaran aktivitas pada 288 proyek.
Kota Bima menduduki peringkat kedelapan dengan realisasi modal dalam negeri sebesar Rp59,83 miliar yang mencakup 184 proyek dan Kabupaten Lombok Barat berada di posisi kesembilan dengan realisasi senilai Rp55,8 miliar yang terbagi dalam 480 proyek. Sedangkan Kabupaten Dompu menempati posisi terakhir dalam realisasi PMDN dengan nilai Rp4,73 miliar dari 205 proyek.
Untuk PMA, Kabupaten Sumbawa Barat kembali menempati posisi pertama realisasi investasi asing dengan nilai Rp840,8 miliar dari total 304 proyek. Disusul Kabupaten Lombok Tengah berada di peringkat kedua dengan nilai Rp561,16 miliar dari 2.092 proyek.
Posisi ketiga ditempati Kabupaten Dompu dengan nilai investasi Rp362,34 miliar yang terkonsentrasi hanya pada 15 proyek. Selanjutnya, Kabupaten Lombok Utara berada di posisi keempat dengan realisasi modal asing sebesar Rp226,339 miliar dari 836 proyek.
Kabupaten Lombok Barat berada di urutan kelima dengan capaian Rp116,5 miliar yang terdistribusi ke dalam 381 proyek. Sedangkan Kota Mataram di posisi keenam dengan mencatatkan investasi asing senilai Rp26,05 miliar dari 151 proyek. Kabupaten Lombok Timur bertengger di posisi ketujuh dengan realisasi investasi asing sebesar Rp13,39 miliar dari 82 proyek.
Selanjutnya, Kabupaten Bima berada di peringkat kedelapan dengan nilai investasi asing sebesar Rp7,6 miliar yang berasal dari 31 proyek. Kabupaten Sumbawa menempati urutan kesembilan dengan nilai realisasi investasi asing Rp480,26 juta dari 36 proyek. Sedangkan Kota Bima nihil realisasi investasi asing meskipun terdapat laporan administrasi untuk 3 proyek.
3. Investasi triwulan pertama menyerap 6.614 tenaga kerja

Dengan realisasi investasi sebesar Rp18,06 triliun pada triwulan I 2026, kata Irnadi, total tenaga kerja yang diserap di Provinsi NTB sebanyak 6.614 orang. Dengan rincian sebanyak 6.553 orang tenaga kerja Indonesia dan 61 tenaga kerja asing.
Dia menyebut tiga daerah dengan serapan tenaga kerja terbanyak, antara lain, Kabupaten Lombok Utara menempati posisi pertama dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.265 orang yang terdiri dari 1.249 tenaga kerja Indonesia dan 16 tenaga kerja asing.
Kemudian Kabupaten Sumbawa Barat berada di peringkat kedua dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.143 orang, yang seluruhnya merupakan tenaga kerja Indonesia. Selanjutnya, Kabupaten Lombok Tengah menempati peringkat ketiga dengan total penyerapan tenaga kerja sebesar 1.137 orang, yang terdiri dari 1.107 tenaga kerja Indonesia dan 30 tenaga kerja asing.









![[QUIZ] Merasa Tak Berarti? Temukan Kembali Nilai Dirimu Lewat Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20251030/pexels-matilda-wormwood-7485422_b8f833a7-9e2c-4c3f-aae6-55d9a1a3d757.jpg)
![[QUIZ] Sudah Dewasa Beneran atau Cuma Bertambah Umur? Cek Lewat Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20251031/pexels-meijiiiiii-1638391_ace95ce8-3a4e-4021-ba7b-d4a1f9b7de3c.jpg)
![[QUIZ] Masih Mesra atau Mulai 'Hambar'? Uji Hubunganmu di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20251031/pexels-gustavo-fring-6870553_0f4abae3-09c4-4939-9b15-e8602aa3cf00.jpg)
![[QUIZ] Cintamu Masih Kuat atau Mulai Pudar? Cari Tahu Lewat Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20251031/pexels-rdne-5616189_99a4b690-5e38-433c-ae96-c913f2e48aee.jpg)
![[QUIZ] Mungkin ini Alasan yang Diam-Diam Kamu Rasakan saat Ingin Hilang Sejenak](https://image.idntimes.com/post/20251029/pexels-karola-g-7272851_ab4e8ca3-889d-4bac-9858-1e12990952bf.jpg)




