Lombok Tengah, IDN Times - Wakil CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carlos Ezpeleta, menolak anggapan bahwa format baru MotoGP 2027 mengorbankan keselamatan pembalap demi hiburan. Ia mengatakan perubahan jadwal tidak menambah jumlah time attack.
Menurut Ezpeleta, format baru juga memuat pembatasan jumlah ban yang bisa digunakan saat kualifikasi. Ia mengakui penjelasan tentang perubahan itu mungkin perlu dikomunikasikan dengan lebih baik.
Wakil CEO Bantah Format Baru MotoGP Korbankan Keselamatan Pembalap demi Hiburan

Take a Deeper Read
1. Jumlah time attack disebut tidak bertambah
Ezpeleta mengatakan jumlah time attack dalam format baru tidak bertambah. Menurutnya, kondisi itu membuat tingkat tekanan yang dialami pembalap tetap sama.
Ia merujuk pada konfirmasi Michelin bahwa 80 persen pembalap melakukan dua kali time attack pada Jumat sore. Ezpeleta juga menyebut 12 pembalap menjalani dua kali time attack di Q1, lalu dua pembalap teratas melanjutkan dua kali time attack di Q2.
“Jumlah time attack tidak bertambah, yang berarti tingkat tekanan yang mereka alami sama. Sesi Jumat pagi sepenuhnya bebas,” kata Ezpeleta.
2. Pembatasan ban dikaitkan dengan upaya menghindari kesalahan
Ezpeleta menyebut adanya pembatasan jumlah ban yang dapat digunakan pembalap saat kualifikasi. Menurutnya, pembalap harus lebih berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan.
Pembatasan ban menjadi bagian dari penjelasannya saat menanggapi kekhawatiran tentang risiko cedera. Ia juga menyebut cedera sebagai bagian tak terpisahkan dari olahraga ini, baik di dalam maupun di luar paddock.
“Ketika jumlah ban dibatasi, pembalap justru harus menekan lebih sedikit untuk menghindari kesalahan. Cedera adalah bagian tak terpisahkan dari olahraga ini, baik di dalam maupun di luar paddock,” ujarnya.
3. Membuka dialog dan mengakui komunikasi perlu diperbaiki
Ezpeleta menilai anggapan bahwa keselamatan dikorbankan muncul dari persoalan komunikasi. Ia mengatakan MotoGP mungkin perlu menjelaskan pembatasan ban dan time attack dengan lebih baik.
Ia menyebut pintu penyelenggara terbuka bagi pembalap setiap Jumat sore dan mendorong tim-tim berbicara dengan pembalap mereka. Ezpeleta juga menunjuk Komisi Keselamatan sebagai tempat mendiskusikan perubahan yang ingin dilakukan.
“Itu hanya persepsi dari sisi komunikasi. Kami mungkin perlu melakukan tugas komunikasi yang lebih baik agar semua pihak memahami batasan ban dan time attack. Kami sama sekali tidak merasa mengorbankan keselamatan pembalap,” katanya.
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- Fun Fact: Format Baru MotoGP 2027 Ternyata Berawal dari Usulan Tim10 Oct 2026, 06:00 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB