Ilustrasi. Posko informasi PPDB Kota Yogyakarta. (Dok. Istimewa)
Kepala Desa Bungtiang, Lalu Huzaini, turut menyuarakan kebingungan warga. Ia mengaku menerima banyak keluhan dari warga setelah calon siswa tidak lulus.
"Kami meminta pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki keadaan ini,” katanya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Desa Pengkelak Mas, M. Rais. Ia juga menyatakan ketidakpuasannya terhadap sistem zonasi yang dinilainya tidak adil.
“Kami sangat dekat dengan SMAN 1 Sakra, tetapi anak-anak kami tidak diizinkan masuk, ini tidak bisa diterima,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sakra Muhammad Subandi mengakui bahwa ini bukan kebijakan yang dibuat oleh dirinya. Apalagi ia belum genap satu tahun menjabat.
Adanya protes seperti ini, ungkap dia, tentunya akan menimbulkan gejolak antara masyarakat dan pihak sekolah. Ia pun akan berupaya untuk segera menyelesaikan masalah ini. Sehingga hal serupa tidak kembali lagi di waktu mendatang.
“Kami akan segera melakukan konsultasi dengan dinas pendidikan atas permintaan wali murid hari ini. Semoga dapat ditemukan solusi yang adil bagi semua pihak,” jelasnya.