Puncak Setampol Resort Torean kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang terbakar, Selasa malam (22/9/2026). (dok. Istimewa)
Sebagai bagian dari langkah pengamanan dan untuk mendukung kelancaran penanganan kebakaran, kata Budhy, BTNGR telah melakukan penutupan sementara Jalur Pendakian Torean sejak 23 September 2026 melalui Pengumuman Nomor PG.6/T.39/TU/KSA.04.01/B/09/2026. Penutupan tersebut dilakukan untuk mengutamakan keselamatan pengunjung sekaligus memberikan ruang bagi tim di lapangan untuk melakukan pemadaman, pemantauan, dan pengendalian kebakaran secara optimal.
Dia mengungkapkan pelaksanaan pemadaman karhutla menghadapi sejumlah kendala, antara lain kecepatan angin yang cukup tinggi, vegetasi yang kering dan mudah terbakar, lokasi kebakaran yang jauh dan sulit dijangkau, serta kondisi medan berupa tebing. Selain itu, waktu tempuh menuju lokasi kebakaran diperkirakan sekitar 6 jam perjalanan.
"Kondisi cuaca berupa kabut dan angin juga turut memengaruhi efektivitas pelaksanaan pemadaman di lapangan. Keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan, termasuk penentuan waktu, jalur, serta metode pemadaman yang digunakan," bebernya.
Dia menambahkan, upaya penanganan dilaksanakan melalui koordinasi antara Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, BPBD Provinsi NTB, BPBD Kabupaten Lombok Utara, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur terkait lainnya.
Selain pemadaman langsung, kegiatan yang dilakukan meliputi pemantauan perkembangan titik api, evaluasi kondisi lapangan, pemantauan udara menggunakan drone, pengamanan jalur pendakian, serta konsolidasi penambahan personel.
Dengan mempertimbangkan luas areal terdampak dan kondisi medan, dukungan penanganan terus dikoordinasikan, baik berupa tambahan personel, sarana dan prasarana pemadaman, logistik, komunikasi apabila diperlukan sesuai kondisi dan perkembangan di lapangan.
Dia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan serta tidak mendekati lokasi kebakaran. Masyarakat dan pengunjung juga diharapkan mengikuti seluruh informasi dan pengumuman resmi yang disampaikan BTNGR.
"Perkembangan penanganan kebakaran Bukit Setampol akan terus disampaikan berdasarkan hasil pemantauan dan laporan resmi dari tim di lapangan," tandasnya.