Polres Lombok Tengah Limpahkan Kasus Pupuk Bersubsidi ke Kejaksaan

Terancam hukuman 2 tahun penjara

Lombok Tengah, IDN Times - Polres Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB) melimpahkan kasus penyalahgunaan penyaluran pupuk bersubsidi dengan tersangka inisial NA ke kejaksaan. Pelimpahan kasus ini guna menunggu proses persidangan digelar di Pengadilan Negeri Lombok Tengah. 

"Benar, hari ini bisa kita limpahkan berkas dan tersangka beserta barang bukti ke Kejaksaan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah Inspektur Satu Redho Rizky Pratama dalam press rilis, Rabu (22/12/2021).  

1. Proses penyidikan kasusnya

Polres Lombok Tengah Limpahkan Kasus Pupuk Bersubsidi ke KejaksaanIlustrasi, tersangka. Shutterstock

Redho mengatakan, Polres Lombok Tengah menyidik kasus penyalahgunaan pupuk subsidi ini sejak bulan Januari lalu. Polisi pun lantas menetapkan status tersangka pada pelaku inisial NA. 

Pelaku diduga menyalahgunakan peruntukan pupuk subsidi untuk kepentingan pribadi.  

Baca Juga: Hoaks! Tak Ada Bantuan Ternak Senilai Rp100 Juta di NTB

2. Pupuk dijual di lokasi luar wilayahnya

Polres Lombok Tengah Limpahkan Kasus Pupuk Bersubsidi ke KejaksaanIlustrasi Koruptor (IDN Times/Mardya Shakti)

Tersangka yang saat itu sebagai pengecer terbukti menyalahgunakan penyaluran pupuk bersubsidi dan dijualnya di luar dari RDKK yang menjadi wilayah tanggung jawabnya.

"Pada penyerahan tadi, tersangka diantar langsung oleh penyidik ke Kajari Lombok Tengah," Jelasnya.

Kasat Reskrim juga menambahkan bahwa untuk barang bukti 57 karung pupuk bersubsidi sementara dititipkan di Polres Lombok Tengah oleh kejaksaan, karena tidak adanya tempat penyimpanan.

3. Ancaman 2 tahun penjara

Polres Lombok Tengah Limpahkan Kasus Pupuk Bersubsidi ke KejaksaanUnsplash/rawpixel

Dalam perkara ini, tersangka dikenakan pasal 6 ayat (1) huruf b UU R.I No. 7 tahun 1955 tentang TP Ekonomi Jo pasal 30 ayat (2) dan ayat (3) Permendag R.I No. 15/M/DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk sektor Pertanian dengan ancaman hukuman paling lama 2 tahun penjara.

Baca Juga: Intip Gaya Santai Gubernur NTB Naik Motor ke Kebunnya di Sumbawa

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya