Bima, IDN Times - Persaingan media massa yang sudah semakin canggih, media radio masih mampu mempertahankan eksistensinya sebagai media penyalur informasi bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan keberadaan media penyiaran di Indonesia khususnya Radio Republik Indonesia (RRI).
RRI adalah satu-satunya radio publik yang menyandang nama negara. Radio ini sudah ada sejalan dengan kemerdekaan Indonesia serta menjadi radio pertama dan tertua.
Dewasa ini, RRI memiliki stasiun terbanyak di seluruh wilayah Indonesia dan masih menjadi radio yang eksis mengudara sebagaimana semboyannya “Sekali Mengudara Tetap Mengudara”.
Seperti cabang RRI di Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki program siaran berbahasa daerah setiap hari. Kedua program untuk melestarikan budaya ini dengan tema kadihi ade (bersenang-senang) dan nggahi ndai (bicara kita) disiarkan dari pukul 16.00 hingga 18.00 Wita.
"Ada dua program yang sengaja dihadirkan setiap harinya, yakni program kadihi ade dan nggahi ndai. Awal kita promosikan program ini, sambutan masyarakat cukup antusias," kata Koordinator Penyiar RRI Bima Ikra Hardiansyah dikonfirmasi Jumat siang (25/8/2023).
