Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Seorang Petani Jagung di Bima Tewas Tersengat Listrik Perangkap Babi

Seorang Petani Jagung di Bima Tewas Tersengat Listrik Perangkap Babi
Situasi di lokasi saat jasad korban dievakuasi dari lahan jagung ke rumah duka (Dok/Istimewa)
Share Article

Bima, IDN Times - Seorang pria bernama Baharudin ditemukan meninggal dunia di ladang jagung miliknya kawasan Pela Parado, Kecamatan Parado Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pria berusia 50 tahun itu ditemukan dalam kondisi tewas tersengat perangkap listrik hama babi, Jumat (19/1/2024).

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tadi pagi dini hari di ladang jagung miliknya," kata warga Desa Parado Wane, Nazmi, Jumat (19/1/2024).

1. Polisi dan warga turun ke lokasi

Foto korban saat dievakuasi di lahan jagung miliknya (Dok/Istimewa)
Foto korban saat dievakuasi di lahan jagung miliknya (Dok/Istimewa)

Tim Polsek Parado yang mengetahui kejadian langsung bergegas ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selanjutnya, jasad ayah dua anak itu kemudian dievakuasi polisi dibantu warga ke rumah duka di Desa Parado Wane.

"Banyak warga dan polisi yang turun ke sana untuk melihat langsung mayat korban," bebernya.

2. Dievakuasi ke rumah duka

Ilustrasi seseorang yang meninggal dunia. (IDN Times/istimewa)
Ilustrasi seseorang yang meninggal dunia. (IDN Times/istimewa)

Selanjutnya, mayat Baharudin alias Baha Rompo itu dievakuasi menggunakan mobil ambulans ke rumah duka di Desa Parado Wane. Setelah disemayamkan, jasad korban kemudian langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

"Mayat korban lalu dibawa ke rumah duka. Baru-baru ini dimakamkan," terangnya.

3. Sebelumnya, korban cek lahan jagung

ilustrasi jagung (unsplash.com/Plasticmind)
ilustrasi jagung (unsplash.com/Plasticmind)

Nazmi mengaku tak mengetahui pasti kronologi kejadian sehingga korban sampai tewas tersetrum perangkap listrik hama babi. Ia mengatakan tak tahu apakah korban tak menyadari saat melalui aliran tersebut atau terpeleset saat mengecek kondisi lahan jagung.

"Hal itu yang belum bisa dipastikan. Yang jelas korban awalnya bermalam seorang diri di gubuk, lalu paginya cek kondisi lahan jagung," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Juliadin JD
Linggauni -
Juliadin JD
EditorJuliadin JD

Latest News NTB

See More

Kronologis Kematian dr Icha, Depresi karena Intimidasi 3 Anggota Dewan?

27 Jun 2026, 23:50 WIBNews