Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang Pemuda di NTT Diamuk Massa Gegara Lecehkan Difabel
Pemuda di Kupang jadi sasaran amuk massa karena memerkosa wanita difabel saat mabuk. (Dok Polda NTT)
  • Seorang pemuda berinisial AS diamankan polisi di Kupang setelah dipukuli massa karena memperkosa perempuan penyandang disabilitas saat dalam kondisi mabuk.
  • Korban berinisial JDAL mengalami pendarahan serius dan langsung mendapat perawatan medis, sementara pelaku kini menjalani proses hukum di Polda NTT.
  • Polda NTT mengimbau masyarakat tidak main hakim sendiri serta menjamin pendampingan dan perlindungan maksimal bagi korban disabilitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
28 Maret 2026

Seorang pemuda berinisial AS memerkosa perempuan penyandang disabilitas di Batuplat, Kota Kupang. Warga yang mengetahui kejadian itu menangkap dan mengamukinya sebelum polisi tiba.

30 Maret 2026

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menjelaskan bahwa pelaku AS diamankan dalam kondisi mabuk dan korban JDAL mengalami pendarahan serius. Polisi menegaskan kasus dilimpahkan ke tim khusus untuk proses hukum lebih lanjut.

kini

Polda NTT mengimbau masyarakat tidak main hakim sendiri serta memastikan korban mendapat pendampingan dan perlindungan maksimal. Proses hukum terhadap pelaku masih berjalan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang pemuda berinisial AS diduga memperkosa perempuan penyandang disabilitas di wilayah Batuplat, Kota Kupang, dan sempat diamuk massa sebelum diamankan polisi.
  • Who?
    Pelaku berinisial AS (20) dalam kondisi mabuk; korban adalah JDAL (21), seorang perempuan penyandang disabilitas yang mengalami luka serius dan pendarahan.
  • Where?
    Kejadian terjadi di wilayah Batuplat, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pelaku kemudian dibawa ke Markas Ditreskrimum Polda NTT untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  • When?
    Peristiwa berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026. Polisi memberikan keterangan resmi pada Senin, 30 Maret 2026.
  • Why?
    Pemerkosaan diduga dilakukan saat pelaku berada di bawah pengaruh minuman keras. Motif lain masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian.
  • How?
    Warga menangkap pelaku setelah kejadian dan sempat menganiayanya. Tim Unit Resmob Polda NTT datang ke lokasi untuk mengamankan pelaku serta membawa korban ke fasilitas medis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada seorang pemuda di Kupang yang mabuk dan jahat sama perempuan yang punya disabilitas. Orang-orang marah banget dan ramai mukul dia. Polisi datang cepat-cepat biar tidak makin ribut. Perempuan itu luka dan dibawa ke rumah sakit. Sekarang polisi jaga pelaku di kantor dan bilang jangan main hakim sendiri lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Seorang pemuda berinisial AS (20) menjadi sasaran amuk massa setelah diamankan warga karena melakukan pelecehan seksual atau kekerasan seksual terhadap seorang difabel di wilayah Batuplat, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kejadian ini berlangsung pada Sabtu (28/3/2026) dan telah dilaporkan kepada polisi. Laporan tersebut ditindaklanjuti tim Unit Resmob Ditreskrimum Polda NTT. Saat tiba di lokasi lokasi kejadian, AS sudah jadi sasaran kemarahan warga yang berkumpul.

1. Pelaku sedang mabuk

Ilustrasi ditangkap polisi (freepik.com/rawpixel.com)

Tim yang dipimpin IPDA Theorangga Rohi itu langsung mengamankan pelaku dari tengah situasi yang memanas tersebut agar situasi lebih kondusif. AS digelandang ke Markas Ditreskrimum Polda NTT dan diketahui tengah dalam pengaruh minuman keras (miras) atau mabuk.

"Tim Unit Resmob Ditreskrimum Polda NTT langsungnya menjemput pelaku yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap perempuan penyandang disabilitas (difabel, red). Pelaku diketahui masih berada di bawah pengaruh miras dan juga sempat dianiaya warg," jelas Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, Senin (30/3/2026).

2. Korban alami pendarahan

Ilustrasi kekerasan seksual (Foto: IDN Times)

Sementara korbannya diketahui mengalami pendarahan pada area vitalnya, sehingga langsung mendapatkan penanganan medis.

"Korban sendiri langsung mendapatkan perawatan karena memang mengalami luka serius akibat perbuatan pelaku," lanjut Henry.

Selanjutnya penanganan kasus ini dilimpahkan ke Tim Zero Ditreskrimum Polda NTT bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk proses hukum lebih lanjut.

"Kami memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat. Terduga pelaku telah diamankan dan saat ini menjalani proses hukum sesuai ketentuan,” tegasnya.

3. Imbau warga tak main hakim sendiri

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra. (Dok Humas Polda NTT)

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak main hakim sendiri bila mendapati pelanggaran hukum seperti ini dan segera menyerahkannya kepada aparat penegak hukum.

Ia memastikan korban akan mendapatkan pendampingan dan perlindungan maksimal, mengingat korban merupakan perempuan penyandang disabilitas. Polda NTT juga menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami menegaskan komitmen kepolisian dalam menangani kasus tersebut secara profesional," tukasnya.

Editorial Team