Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seleksi Beras Ketat, 35 Ribu Paket Bansos di Lotim Belum Tersalurkan
Paket Sembako Lombok Timur (IDN Times/Ruhaili)
  • Penyaluran 198.776 paket sembako senilai Rp30 miliar di Lombok Timur baru mencapai 82 persen, dengan sekitar 35.900 paket belum tersalurkan akibat seleksi ketat kualitas beras premium.
  • Keterlambatan distribusi bukan karena jadwal, melainkan proses uji laboratorium dan pemenuhan spesifikasi beras premium yang diwajibkan Pemkab sebelum dikemas dan disalurkan ke masyarakat.
  • Bansos ini merupakan intervensi Pemkab bagi warga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data DTSEN, ditargetkan rampung sebelum batas kontrak 9 April 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Senin (6/4/25)

Kepala Dinas Sosial Lombok Timur, Siti Aminah, menjelaskan keterlambatan penyaluran bansos disebabkan seleksi ketat terhadap kualitas beras dan kewajiban uji laboratorium di Jakarta sebelum distribusi.

9 April 2026

Batas kontrak penyaluran paket sembako ditetapkan hingga tanggal ini. Pemerintah daerah menargetkan seluruh 198.776 paket tersalurkan tepat waktu dengan standar kualitas beras premium.

Idul Fitri 2026

Penyaluran bansos senilai Rp30 miliar di Lombok Timur direncanakan untuk membantu warga miskin pada momentum Idul Fitri tahun tersebut.

kini

Realisasi penyaluran telah mencapai 82 persen dengan sekitar 35.900 paket belum tersalurkan di empat kecamatan akibat proses seleksi beras yang ketat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penyaluran bantuan sosial berupa 198.776 paket sembako senilai Rp30 miliar di Kabupaten Lombok Timur masih menyisakan sekitar 35.900 paket yang belum tersalurkan karena proses seleksi beras yang ketat.
  • Who?
    Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur di bawah pimpinan Siti Aminah bersama Bupati Haerul Warisin menjadi pihak pelaksana dan pengawas program bansos bagi warga miskin dan miskin ekstrem.
  • Where?
    Kegiatan penyaluran berlangsung di berbagai kecamatan di Kabupaten Lombok Timur, termasuk Selong, Sambelia, Lenek, Sembalun, Aikmel, Pringgasela, Sukamulia, dan Suralaga.
  • When?
    Proses penyaluran masih berlangsung hingga awal April 2026 dengan batas kontrak distribusi sampai 9 April 2026; laporan terakhir disampaikan pada Senin, 6 April 2025.
  • Why?
    Keterlambatan terjadi karena pemerintah daerah menerapkan standar tinggi terhadap kualitas beras premium yang digunakan dalam paket sembako serta menunggu hasil uji laboratorium dari Jakarta.
  • How?
    Beras diuji terlebih dahulu sebelum dikemas dan didistribusikan. Jika tidak sesuai spesifikasi, barang ditolak oleh Dinas Sosial untuk memastikan kualitas bantuan tetap sesuai ketentuan pemerintah daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang miskin di Lombok Timur mau dapat paket sembako dari pemerintah. Tapi masih ada tiga puluh lima ribu lebih yang belum dibagi karena berasnya harus bagus sekali. Bu Siti bilang berasnya dicek dulu di lab biar aman. Sekarang sudah delapan puluh dua persen dikirim dan nanti semua akan dibagi sebelum waktunya habis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lombok Timur, IDN Times - Penyaluran bantuan sosial (bansos) paket sembako senilai Rp30 miliar di Kabupaten Lombok Timur yang dihajatkan untuk membantu warga miskin pada momentum Idul Fitri 2026 masih terus berlangsung. Hingga saat ini, realisasi penyaluran telah mencapai 82 persen.

Ini menyisakan sekitar 35.900 paket yang belum tersalurkan di empat kecamatan, yaitu Selong, Sambelia, Lenek, dan Sembalun. Keterlambatan penyaluran diakui oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, Siti Aminah, bukan karena masalah jadwal, melainkan karena tingginya standar selektivitas pemerintah daerah terhadap kualitas beras yang dimasukkan ke dalam paket bansos.

"Kami sangat selektif, makanya penyaluran agak lambat. Bahkan kami sering menolak barang dari penyedia karena tidak sesuai spesifikasi," ujar Siti Aminah Senin (6/4/25).

1. Terlambat karena pengadaan beras premium

Kadis Sosial Lombok Timur, Siti Aminah (IDN Times/Ruhaili)

Menurut Siti Aminah, kendala utama terletak pada pengadaan beras premium. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menganggarkan total 993 ton beras kelas premium untuk dikemas dalam 198.776 paket sembako yang akan didistribusikan ke seluruh desa.

"Jumlahnya cukup besar, sehingga penyedia agak kesulitan melakukan pengadaan beras premium yang sesuai spesifikasi yang kami butuhkan," ungkap Siti.

Sebelum barang diterima, pihaknya juga mewajibkan uji laboratorium di Jakarta. Proses ini membutuhkan waktu karena harus menunggu hasil uji keluar sebelum beras boleh dikemas dan didistribusikan.

"Setiap beras yang akan masuk, sebelum dikemas, diperiksa dulu kualitasnya. Dikhawatirkan bermasalah hukum. Gak apa-apa lambat, yang penting sesuai spesifikasi sehingga tidak bermasalah di kemudian hari," tegas Siti Aminah.

2. Tegaskan bukan paket lebaran

Sekda Lombok Timur, M. Juani Taofik saat meluncurkan program bantuan sosial paket sembako (IDN Times/Ruhaili)

Siti Aminah menegaskan bahwa bansos ini sebenarnya tidak terlambat karena batas kontrak penyaluran masih hingga 9 April 2026 mendatang. Ia juga meluruskan bahwa paket bantuan ini bukanlah paket lebaran dalam pengertian program musiman, melainkan intervensi pemerintah daerah bagi warga miskin dan miskin ekstrem yang memanfaatkan momentum Ramadhan dan Idul Fitri.

Dengan capaian 82 persen dan batas kontrak 9 April 2026, Siti Aminah optimis seluruh 198.776 paket sembako dapat tersalurkan tepat waktu, meski dengan standar kualitas yang ketat.

"Hari ini penyaluran dilakukan di Kecamatan Aikmel, Pringgasela, Sukamulia, dan Suralaga insyaallah akan sesuai target," sebutnya.

3. Intervensi kepada warga miskin ekstrem

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin (IDN Times/Ruhaili)

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin mengatakan paket sembako ini dihajatkan untuk mengintervensi keluarga miskin ekstrem. Ia berharap bantuan ini dapat membawa kebahagiaan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat di bulan suci Ramadan.

"Ini adalah intervensi Pemda bagi warga miskin dan miskin ekstrem. Saya berharap dengan bantuan ini, semua lapisan masyarakat sama-sama merasakan kebahagiaan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri," ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa data penerima bantuan merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah terverifikasi dan divalidasi secara berjenjang. Prioritas diberikan kepada masyarakat pada desil 1 dan 2.

"Yang menerima bantuan ini adalah berdasarkan DTSEN," tegas Bupati.

Editorial Team