Proses evakuasi korban selamat KMP Putri Yasmin yang terbakar di Perairan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026) saat tiba di Pelabuhan Lembar. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Hariyadi mengatakan operasi pencarian yang berlangsung sejak hari pertama hingga hari kedelapan telah melibatkan pergerakan masif di tiga matra yaitu udara, laut, dan darat. Sektor perairan disisir secara berjenjang dari Selat Lombok, Bali, hingga memperluas jangkauan ke perairan selatan Pulau Jawa.
Pencarian udara mengerahkan Helikopter Finns SGi Air Bali serta dukungan pesawat CASSA NC212-200 (U-6215) milik TNI Angkatan Laut hingga penggunaan drone thermal. Di permukaan laut, armada kapal KN SAR, Kapal Angkatan Laut (KAL), Kapal Penumpang, Yatch, RBB hingga RIB diterjunkan secara simultan.
Sementara di jalur darat, tim menyusuri garis pantai dan menyebarkan informasi kepada nelayan serta masyarakat pesisir. Pemapelan dan penyebaran informasi ke kapal-kapal yang melintas juga dilakukan melalui VTS Lembar.
KMP Putri Yasmin berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, terbakar di Perairan Selat Lombok pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.15 WITA. Jumlah penumpang berdasarkan data manifes sebanyak 114 orang. Namun, ditemukan perbedaan jumlah penumpang yang berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan dengan data manifes.
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 212 korban selamat. Sementara satu penumpang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan empat orang hilang. Adapun identitas empat korban yang hilang yaitu Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, dan Slamet Yulianto.