Gubernur Iqbal: Dulu Cat Sirkuit Dikerjakan Bule, Kini Orang Lokal

- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menilai MotoGP Mandalika melahirkan tenaga lokal berpengalaman internasional, dari pengecatan sirkuit hingga marshal yang kini dipercaya bertugas di ajang luar negeri.
- Iqbal menggali pengalaman empat marshal lokal, termasuk Vincent Wijaya yang pernah bertugas di Sepang dan Formula E Jakarta, sebagai bukti peningkatan kemampuan masyarakat NTB.
- Seluruh volunteer MotoGP Mandalika 2026 berasal dari NTB; Iqbal dan ITDC menekankan pelatihan, hospitality, disiplin kerja, jejaring, serta standar internasional sebagai manfaat utama event.
Take a Deeper Reads

Lombok Tengah, IDN Times - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menemui marshal lokal yang akan bertugas di ajang MotoGP Mandalika pada 9 - 11 Oktober 2026. Dia mengatakan MotoGP Mandalika mulai melahirkan tenaga-tenaga lokal dengan pengalaman internasional.
Sejumlah marshal asal Lombok yang awalnya mendapat kesempatan bertugas di MotoGP Mandalika kini dipercaya terlibat dalam ajang balap internasional di luar negeri.
"Dulu, untuk ngecat sirkuit itu harus dikerjakan bule-bule. Sekarang 100 persen orang lokal. Dulu marshal asli Lombok itu minoritas. Sekarang setelah diberi kesempatan, mereka bahkan dipakai di sirkuit lain, di ajang internasional lainnya,” kata Iqbal saat menemui perwakilan marshal di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Selasa (6/10/2026) sore.
1. Gali pengalaman marshal lokal

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menemui perwakilan marshal di Sirkuit Mandalika, Selasa (6/10/2026). (dok. Istimewa) Iqbal menemui empat perwakilan marshal di Sirkuit Mandalika, Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Selasa (6/10/2026). Mereka adalah Vincent Wijaya dari Kota Mataram dan tiga marshal yang sama-sama berasal dari Lombok Tengah, yaitu Samsuri Ramdan, Doni Indrawan, dan Irdiansyah Yusuf.
Dalam pertemuan itu, Iqbal banyak menggali pengalaman para marshal lokal. Dia meminta para marshal menceritakan bagaimana awalnya mendapat kesempatan di Mandalika, pengalaman bekerja dengan standar internasional, hingga perjalanan mereka mendapatkan kepercayaan bertugas di ajang balap di luar negeri.
Menurut Iqbal, perjalanan para marshal tersebut menunjukkan perubahan besar yang terjadi sejak event internasional rutin digelar di Mandalika. Masyarakat lokal yang sebelumnya mendapat porsi terbatas, secara bertahap mengambil banyak peran karena pengalaman dan kemampuan yang terus berkembang.
Misalnya, Vincent yang merupakan marshal asal Kota Mataram. Setelah ikut menjadi marshal dalam ajang MotoGP Mandalika, dia dilibatkan menjadi marshal di Sirkuit Sepang Malaysia, bahkan ajang Formula E di Jakarta.
“Ketika mendapatkan ruang, kepercayaan dan pengalaman, masyarakat NTB mampu bekerja dengan standar yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan event internasional,” ucap Iqbal.
2. Manfaat MotoGP tidak boleh hanya dihitung dari jumlah penonton

Proses pengecatan ulang Sirkuit Mandalika, Kamis (17/9/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir) Iqbal menambahkan bahwa untuk pertama kalinya, para volunteer MotoGP Mandalika kini 100 persen berasal dari anak-anak muda NTB. Dia mengaku bangga dan berpesan agar para volunteer menjaga hospitality.
“Saya bangga melihat teman-teman yang percaya diri. Mau tampil dan bisa berbahasa Inggris. Pesan saya, hospitality itu berawal dari senyum. Jadi pastikan kalian selalu tersenyum,” pesannya.
Dia menegaskan manfaat MotoGP Mandalika tidak boleh hanya dihitung dari jumlah penonton, tingkat hunian hotel maupun transaksi ekonomi yang terjadi selama beberapa hari penyelenggaraan. Event kelas dunia itu harus menjadi ajang transfer of knowledge bagi talenta lokal agar pengetahuan dan kemampuan yang didapatkan bisa terus dimanfaatkan masyarakat setelah balapan selesai.
“MotoGP bukan hanya keramaian lalu pergi. Ukuran manfaat MotoGP jangan hanya jumlah penonton, hotel penuh, atau transaksi selama beberapa hari. Tapi juga pengalaman, disiplin kerja, jejaring, dan standar internasional yang dimiliki masyarakat NTB,” ujarnya.
3. Volunteer MotoGP Mandalika 100 persen SDM lokal

Volunteer MotoGP Mandalika 2026. (IDN Times/Muhammad Nasir) Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka mengatakan, bahwa 100 persen volunteer yang bertugas di ajang MotoGP Mandalika 2026 merupakan SDM lokal. Menurutnya, besarnya keterlibatan SDM lokal tidak terlepas dari dukungan Gubernur NTB.
Talenta-talenta lokal tersebut mendapatkan pelatihan agar mampu bekerja dengan standar yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan event internasional. “Ini bagian dari NTB Mendunia. Melalui dukungan Pak Gubernur, SDM kita berikan pelatihan dan training agar memiliki standar internasional. Untuk sekarang sudah 100 persen volunteer dan marshal dari NTB," kata dia.





















