Mataram, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan bahwa jumlah pengangguran di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Februari 2024 mencapai ratusan ribu orang. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada bulan yang sama adalah 3,30 persen, mengalami penurunan sebesar 0,42 persen dibandingkan dengan Februari 2023.
Menurut Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, jumlah angkatan kerja baru meningkat sebanyak 150 ribu hingga 200 ribu orang dalam setahun. Namun, lapangan kerja di NTB tidak tumbuh seiring dengan peningkatan angkatan kerja baru.
Kepala Disnakertrans Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi menyatakan, bahwa dengan terbatasnya lapangan kerja di NTB, perlu dipertimbangkan lapangan kerja di tingkat regional, nasional, bahkan ke luar negeri sebagai pekerja migran yang memiliki keterampilan.
"Makanya yang harus kita lirik selain lapangan kerja di regional dan nasional, juga lapangan kerja luar negeri. Karena tidak semua angkatan kerja punya skill sesuai kebutuhan perusahaan di NTB," kata Aryadi dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (18/5/2024).
