Mataram, IDN Times - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat ratusan ribu hektare lahan kritis berada di dalam maupun luar kawasan hutan.
Di antaranya adalah kawasan hutan yang benar-benar gundul seluas 96.238,24 hektare tersebar di 9 kabupaten, yakni Lombok Barat (12.330), Lombok Tengah (6.686), Lombok Utara (4.299), Lombok Timur (9.002), Sumbawa Barat (53), Sumbawa (30.291), Dompu (16.690), Bima (15.790), dan Kota Bima (1.093).
Lahan kritis tersebut akibatnya maraknya aktivitas perambahan kawasan hutan untuk tanaman musiman seperti perkebunan jagung. Kerap terjadi di Bima, Dompu, dan Kabupaten Sumbawa bagian timur.
"Kita terus berusaha menekan bagaimana perkembangan tanaman jagung di wilayah Pulau Sumbawa, supaya jangan bertambah luas. Ini memang perlu kesadaran masyarakat dan keterlibatan semua pihak menyadarkan masyarakat," kata Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Rehabilitasi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas LHK NTB Lalu Saladin Jufri, Sabtu (14/1/2023).
