Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Presiden Prabowo Puji Kehadiran Dapur MBG di Tenda Pengungsi Nagekeo
Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi Flores untuk meninjau dampak gempa, Rabu (26/8/2026). (Screenshoot YouTube Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo meninjau pengungsian gempa di Nagekeo, NTT, untuk memastikan penanganan darurat dan bantuan pangan berjalan lancar, sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada warga terdampak.
  • Sebanyak 11 dapur Makan Bergizi Gratis dialihfungsikan menjadi dapur umum, menyediakan makanan siap saji bagi pengungsi saat pasokan dari Ngada dan Manggarai sulit diakses.
  • Pemerintah menyiapkan tenda sekolah darurat setelah 80 persen bangunan sekolah tak dapat digunakan, serta merencanakan perbaikan infrastruktur dan hunian sementara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
26 Agustus 2026

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi pengungsian korban gempa di Kabupaten Nagekeo untuk meninjau penanganan darurat dan penyaluran bantuan pangan. Ia memuji 11 dapur MBG yang dialihfungsikan menjadi dapur umum serta menginstruksikan sekolah darurat di tenda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Presiden Prabowo Subianto meninjau pengungsian korban gempa di Nagekeo dan memastikan bantuan pangan melalui 11 dapur Makan Bergizi Gratis yang dialihfungsikan sebagai dapur umum.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, warga penyintas gempa, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta pemerintah pusat dan pemerintah daerah terlibat dalam penanganan darurat.
  • Where?
    Lokasi pengungsian korban gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, termasuk tenda-tenda pengungsian warga terdampak.
  • When?
    Peninjauan Presiden berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026. Penanganan darurat, perbaikan infrastruktur, dan persiapan hunian sementara sedang dijalankan.
  • Why?
    Kunjungan dilakukan untuk meninjau penanganan darurat dan kelancaran bantuan pangan. Sebanyak 80 persen bangunan sekolah dilaporkan tidak dapat digunakan, sementara pasokan dari Ngada dan Manggarai sulit diakses.
  • How?
    Sebelas dapur MBG dioperasikan sebagai dapur umum. Pemerintah menyiapkan tenda sekolah darurat, perbaikan fasilitas, dan hunian sementara, dengan masa krisis ditargetkan berlangsung maksimal tiga minggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Presiden Prabowo datang ke tenda pengungsi gempa di Nagekeo, NTT. Ia melihat 11 dapur MBG memasak makanan untuk warga, anak-anak, ibu hamil, dan orang tua. Banyak sekolah rusak karena gempa. Pemerintah mau membuat tenda sekolah supaya anak-anak bisa belajar lagi. Dapur makanan akan terus membantu warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengunjungi langsung lokasi pengungsian korban gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/8/2026). Kehadiran Presiden Prabowo ini bertujuan untuk meninjau langkah-langkah penanganan darurat sekaligus memastikan penyaluran bantuan pangan berjalan lancar.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus melaporkan bahwa pasokan makanan bagi para penyintas dibantu oleh pengoperasian 11 titik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur tersebut secara sigap dialihfungsikan menjadi dapur umum untuk menyokong kebutuhan dasar masyarakat yang kesulitan akibat lumpuhnya fasilitas daerah.

"Saya datang untuk melihat langkah-langkah yang sudah diambil dan saya menyampaikan kepada seluruh rakyat Flores, daerah-daerah yang kena bencana ucapan belasungkawa saya, mereka yang kehilangan keluarganya," ujar Presiden Prabowo Subianto.

1. Menjawab keraguan terhadap program MBG

Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi Flores untuk meninjau dampak gempa, Rabu (26/8/2026). (Screenshoot YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo menilai bahwa kehadiran program MBG terbukti sangat krusial dalam menyokong kebutuhan pangan saat situasi darurat bencana. Ia menyadari ada pihak-pihak tertentu yang mungkin belum memahami manfaat nyata dari program tersebut karena terhalang oleh kepentingan politik semata.

Presiden Prabowo melihat realita di tenda pengungsian membuktikan bahwa bantuan pangan ini menjadi penyelamat bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil. Pada akhirnya, semua pihak diyakini akan menyadari betapa berartinya ketersediaan makanan bergizi bagi warga yang sedang terdampak krisis parah.

"Kalau saya punya keyakinan beberapa elit politik ya dengan kepentingan politik tidak memahami, tapi pada ujungnya mereka akan memahami. Kalau yang mampu, satu porsi makanan itu tidak ada artinya," tegas Prabowo.

2. Instruksikan pembuatan tenda untuk sekolah darurat

Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi Flores untuk meninjau dampak gempa, Rabu (26/8/2026). (Screenshoot YouTube Sekretariat Presiden)

Selain masalah logistik pangan, pemerintah pusat juga menyoroti kelumpuhan sektor pendidikan di wilayah Nagekeo pascagempa. Laporan pemerintah daerah menyebutkan bahwa sebanyak 80 persen bangunan sekolah di wilayah tersebut sama sekali tidak bisa difungsikan akibat guncangan gempa.

Merespons kondisi itu, pemerintah akan segera mendirikan tenda-tenda darurat agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan baik. Langkah perbaikan infrastruktur dan pembangunan hunian sementara juga tengah disiapkan sembari menunggu masa krisis berlalu dalam maksimal tiga minggu ke depan.

"Sudah kita siapkan perbaikan-perbaikan, langkah-langkah sementara supaya sekolah segera buka, segera kita jalankan, sekolah-sekolah di tenda dulu. Percayalah pemerintah tidak akan membiarkan saudara-saudara sendiri, kita hadir dan membantu saudara-saudara," ungkap Prabowo.

3. Berikan gambaran dukungan program MBG saat gempa

Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi Flores untuk meninjau dampak gempa, Rabu (26/8/2026). (Screenshoot YouTube Sekretariat Presiden)

Kelumpuhan daerah pascagempa membuat akses pasokan bantuan dari kabupaten tetangga seperti Ngada dan Manggarai sangat sulit didapatkan. Situasi darurat ini diakui oleh Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, yang menyebut bahwa 11 dapur MBG menjadi tulang punggung utama penyediaan makanan siap saji.

Keberlanjutan operasional dapur darurat ini sangat diharapkan oleh warga yang masih harus bertahan di tenda-tenda pengungsian darurat. Presiden pun berjanji bahwa program pangan ini akan terus dilanjutkan demi menjaga kesehatan para penyintas bencana, terutama kelompok lansia dan ibu hamil.

"Saya dapat laporan dari Bapak Bupati bahwa rakyat Kabupaten Nagekeo merasakan manfaat dari MBG, apa benar? Supaya anak-anak kita sehat, supaya ibu-ibu hamil kita sehat dan lansia aman," tutur Prabowo di hadapan warga penyintas gempa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article