Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Petani di Sikka Meninggal dengan Kelapa di Pundak, Diduga Lelah Berkebun

Petani di Sikka Meninggal dengan Kelapa di Pundak, Diduga Lelah Berkebun
Ilustrasi jenazah ditemukan. (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Seorang petani di Sikka, NTT, ditemukan tewas di kebun dengan sekarung kelapa di pundaknya tanpa tanda kekerasan, diduga akibat kelelahan saat bekerja di bawah terik matahari.
  • Pihak kepolisian dan tim medis memastikan tidak ada luka mencolok pada tubuh korban, sementara keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah murni.
  • Jenazah pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 13.00 WITA dalam posisi telungkup, masih memikul karung kelapa, setelah sebelumnya berangkat berkebun sejak pagi hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - Seorang petani di Dusun Gere, Desa Koting A, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial WW (41) ditemukan tewas. Kejadian pada Kamis (30/4/2026) siang ini menghebohkan dusun tersebut.

WW sudah tak bernyawa lagi saat ditemukan di tengah kebun dengan sekarung kelapa di pundaknya. Ia diduga sedang memikul kelapa dalam perjalanannya kemudahan tersungkur dan meregang nyawa. Hasil kebunnya itu pun masih tak lepas dari tubuhnya.

1. Tak ada tanda-tanda kekerasan

Ilustrasi TKP (pexels/Kat Wilcox)
Ilustrasi TKP (pexels/Kat Wilcox)

Ipda Leonardus Tunga dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026), menyebut kepolisian dan paramedis telah turun tangan untuk mengonfirmasi penyebab kematian petani tersebut. Ia menyebut anggota Polsek Nelle yang dipimpin IPTU Sang Nyoman Parwata langsung ke lokasi. Sementara itu pemeriksaan luar dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas Koting.

"Hasilnya menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau luka mencolok pada tubuh korban," kata dia.

Dugaan sementara aktivitasnya tampak terhenti seketika di tengah kerja kerasnya itu akibat kelelahan. Kemungkinan lainnya ialah faktor kesehatan ditambah bekerja di saat terik.

2. Keluarga terima sebagai musibah

Beberapa orang duduk dan berdiri di rumah duka di Sikka, dengan jenazah petani terbaring di atas tikar dan peti kayu sederhana.
Suasana rumah duka petani di Sikka yang tewas di kebun. (Dok Polres Sikka)

Pihak medis telah menyarankan autopsi terhadap petani tersebut agar penyebab kematiannya dapat diketahui secara pasti secara klinis. Akan tetapi keluarga korban menolaknya. Keluarga menyatakan ikhlas dan menerima kejadian ini murni sebagai musibah.

"Pihak keluarga secara tegas menolak autopsi yang diperkuat dengan surat pernyataan resmi," lanjutnya.

Jenazah WW kini sudah disemayamkan di rumah duka di Dusun Natar Gete dan sudah dimakamkan pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. WW sendiri dikenang sebagai sosok pekerja keras.

3. Ditemukan warga yang melintas di kebun

Ilustrasi jenazah dan identifikasi. (IDN Times/I Made Argawa)
Ilustrasi jenazah dan identifikasi. (IDN Times/I Made Argawa)

Jenazah WW sendiri pertama kali ditemukan sekitar pukul 13.00 WITA. Saat itu, seorang warga yang sedang melintas di area perkebunan milik Lorensius Toja. Ia kemudian menemukan tubuh korban dalam posisi yang telungkup dan tidak bergerak sama sekali.

"Pada saat itu korban masih memegang beban di pundaknya, yakni satu karung berisi buah kelapa," jelas dia.

Menurut Maria Elfrida Du’a (30), WW yang adalah kerabatnya itu meninggalkan rumah sekitar pukul 09.00 WITA untuk pergi ke kebun. Ia tak menduga kejadian tersebut karena WW tak nampak sakit dan hanya menjalani rutinitas harian seperti biasanya sebagai petani.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More