Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pantai Labuhan Haji Penuh Sampah, Pandawara Group Turun Tangan

Pantai Labuhan Haji Penuh Sampah, Pandawara Group Turun Tangan
Anggota Pandawara Group saat membersihkan sampah (IDM Times/Ruhaili)

Lombok Timur, IDN Times - Pandawara Group menggelar aksi bersih pantai di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (18/2/2044). Bersih-bersih pantai itu dibantu oleh sejumlah elemen masyarakat, termasuk Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Pantai Labuhan Haji dipilih karena merupakan salah satu pantai yang telah dicemari oleh banyak sampah. Pantai Labuhan Haji sendiri merupakan pantai ke-5 yang dikunjungi oleh Pandawara Group dalam kurun waktu 3 tahun belakangan ini dan akan terus berlanjut di daerah-daerah lain di Indonesia.

1. Diikuti ribuan orang

Anggota group Pandawara saat membersihkan sampah (IDN Times /Ruhaili)
Anggota group Pandawara saat membersihkan sampah (IDN Times /Ruhaili)

Bersih pantai ini dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai unsur maupun komunitas masyarakat. Mereka terlihat antusias mengikuti agenda bersih pantai ini.

"Untuk kegiatan hari ini sangat luar biasa dan kita patut apresiasi untuk seluruh volunteer yang hadir untuk Porkofimda, Polri juga TNI, kita sangat speechless banget dengan antusiasme masyarakat, luar biasa semangat mereka," ucap salah seorang anggota Pandawara Group, Gilang, di Lombok Timur, Minggu (18/2/2028).

Dia juga meluruskan soal ungkapan yang beredar tentang klaim pantai Labuhan Haji terkotor nomor 5 di Indonesia. Hal itu merupakan urutan dari pantai yang dikunjungi.

"Perihal untuk pantai terkotor kelima sudah kita pernah jelaskan di event kita sebelumnya bahwa itu adalah urutan kunjungan Pandawara, karena selama 3 tahun ini kita bakal keliling Indonesia," katanya.

2. Akan terus melakukan aksi serupa

Puluhan ton sampah berhasil di bersihkan (IDN Times /Ruhaili)
Puluhan ton sampah berhasil di bersihkan (IDN Times /Ruhaili)

Aksi bersih pantai ini akan terus di lakukan dalam 3 tahun ke depan dengan berkeliling ke 38 Provinsi di Indonesia. Tujuannya yaitu memberikan perhatian besar pada Pantai yang memang sudah sangat darurat mengalami kerusakan lingkungan yang cukup hebat karena tercemari oleh sampah.

Terkait kondisi Pantai Labuhan Haji sendiri, Pandawara sudah melakukan observasi sebelum berkegiatan. Hingga pihaknya telah mengetahui bagaimana cara sampah dan dinamika sampah bisa bermuara di Pantai tersebut

Oleh karenanya, Pandawara juga memberikan penekanan bagi masyarakat dan Pemda setempat untuk terus konsisten menjaga lingkungan dengan menggencarkan kolaborasi antar-elemen masyarakat.

"Jadi kita kasih pesan tidak hanya untuk pemerintah semata tapi untuk seluruh masyarakat, dan pada intinya seluruh kalangan masyarakat cakupannya pemerintah dan masyarakat yang lain agar bisa lebih bersinergi dan bisa lebih berkolaborasi saling menjaga lingkungan," tuturnya.

Dia juga menyebut kegiatan yang diselenggarakan Pandawara tidak ada keterlibatan pihak ketiga, apalagi dimotori untuk kepentingan orang lain. Pihaknya selama berkegiatan sejauh ini hanya mengandalkan biaya oprasional dari pribadi masing-masing.

"Jadi kita bawa trashbag, kita beli sarung tangan, kita juga nanti bakal taruh tong sampah sebagai simbolisasi kita terhadap masyarakat di sekitar Labuhan Haji untuk bisa lebih sadar terhadap lingkungan seperti itu," jelasnya.

3. Sering lakukan pembersihan

Ribuan masyarakat dari berbagai unsur turun membersihkan sampah pantai Labuhan Haji (IDN Times/Ruhaili)
Ribuan masyarakat dari berbagai unsur turun membersihkan sampah pantai Labuhan Haji (IDN Times/Ruhaili)

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. Hasni mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pandawara Group, karena Pantai Labuhan Haji telah tercemar sampah. Diakuinya Pantai Labuhan Haji menjadi daerah hilir yang tiap harinya selalu mendapatakan kiriman sampah dari hulu.

"Pemda juga dalam hal ini bukan tutup mata, namun dalam dua bulan yang lalu pihaknya pernah melaksanakan kegiatan pembersihan serupa, tapi tetap kembali tercemar," terangnya.

Meski demikian, dia mengakui dengan kurangnya kepedulian sebagian masyarakat, hal itulah yang menjadi penyebab terjadi pencemaran lingkungan seperti sekarang ini.

"Kebersihan merupakan bagian dari pada imam semoga kegiatan kita hari ini menjadi ladang amal bagi kita, oleh karena itu marilah kita laksanakan kegiatan ini dengan rasa tanggung jawab," tutup Hasni.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Ruhaili
Linggauni -
EditorLinggauni -
Ruhaili
EditorRuhaili
Follow Us

Latest News NTB

See More

Keaktifan Jaminan Kesehatan Warga Lotim dan Loteng Paling Rendah di NTB

11 Mei 2026, 19:50 WIBNews