NTT Kategori Rendah Kasus Keamanan dan Lakalantas selama Libur Lebaran

- Selama libur Lebaran 2026, kasus kamtibmas di NTT menurun tiga kasus dibanding tahun sebelumnya berkat pengamanan Operasi Ketupat Turangga yang menjaga situasi tetap kondusif.
- Jumlah kecelakaan lalu lintas di NTT turun satu persen dengan enam korban meninggal dalam tujuh hari pertama, menunjukkan peningkatan efektivitas penanganan arus mudik Idul Fitri.
- Polda NTT menyiapkan pengamanan di 201 titik salat Id dan mulai bersiap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang perayaan Paskah atau Semana Santa.
Kupang, IDN Times - Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) maupun kasus yang terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami penurunan selama periode libur lebaran dan Idul fitri 1447 H pada 2026 ini.
Laporan ini disampaikan Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda NTT Kombes Pol Joni Afrizal Syarifuddin usai pertemuan daring bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait Operasi Operasi Ketupat Turangga 2026, Jumat (20/3/2026), pada pos pengamanan di Lippo Mall. Pertemuan ini dilakukan bersama dengan Kapolda masing-masing provinsi.
Setelahnya Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko meninjau sejumlah pos pelayanan pengamanan Idul Fitri di yang terdapat di Bandara El Tari dan Ramayana Mall.
1. Kasus kamtibmas turun

Untuk wilayah NTT, jelas Joni, situasi dan kondisi selama periode libur lebaran cukup kondusif. Ia mengatakan ini berdasarkan laporan kamtibmas dari 13 - 19 Maret 2026.
"Ini masih terkategori rendah atau mengalami penurunan 3 kasus dibandingkan tahun sebelumnya," kata dia.
Ia mengungkap adanya penurunan jumlah kasus yang dapat terkait dengan keberadaan personil yang tergabung dalam Operasi Ketupat Turangga 2026 ini.
"Sehingga bisa memberi dampak signifikan terhadap terciptanya situasi dan kondisi yang kondusif," sambungnya lagi.
2. Kasus kecelakaan lebih rendah

Sementara terkait jumlah lakalantas di NTT, ungkap dia, juga mengalami penurunan satu persen dibandingkan periode sebelumnya. Ia menegaskan penanganan dan pencegahan kasus lalu lintas ini menjadi salah satu fokus utama dalam Operasi Ketupat Turangga 2026.
"Karena kalau kita lihat di tahun 2025 itu terdapat kasus 42 yang meninggal dunia. Pada tahun ini, sudah berjalan 7 hari ada 6 kasus yang meninggal dunia," jelas dia.
Ia berharap dalam rentang waktu 5 hari lagi dalam rangka arus mudik Idul Fitri 2026 ini penanganan lalu lintas dapat terkendali lebih baik lagi.
"Sehingga kita berharap operasi ini dapat dinyatakan mungkin bisa berhasil sesuai dengan target yang kita inginkan," jelas dia lagi.
3. Pastikan pengamanan lokasi salat Id

Polda NTT memastikan juga untuk pengamanan lokasi salat Idul Fitri di seluruh NTT sendiri. Jumlah tempat salat Id nantinya sebanyak 201 titik baik di masjid ataupun lapangan nantinya yang sudah dilakukan persiapan dan pengamanan.
Ia juga menyampaikan kepada pemudik dan kepada umat muslim di NTT secara keseluruhan untuk dapat merayakan Idul Fitri dengan aman.
"Bapak Kapolda NTT menyampaikan mohon maaf dan lahir batin. Semoga masyarakat NTT semakin menjadi masyarakat yang penuh kasih. Salam dari Bapak Kapolda NTT," kata dia lagi.
4. Persiapan untuk Paskah

Ia juga menjelaskan mengenai pergerakan pemudik di wilayah NTT selama libur lebaran dan Idul Fitri. Secara populasi, kata dia, jumlah umat muslim sekitar 500 ribu dari 6 juta penduduk di NTT atau kurang lebih 11 persen dari total keseluruhan. Untuk itu mobilisasi massa selama operasi ketupat ini tidak terlalu signifikan akan tetapi di dalam operasi ini saya melihat kesiapan dalam menyambut Paskah atau Semana Santa.
Pihaknya juga akan melakukan operasi mulai 1 April terkait pengamanan jelang perayaan Paskah. Ia memperkirakan pergerakan pemudik akan lebih signifikan pada saat liburan Paskah dalam waktu dekat.
"Peningkatan mobilisasi massa perlu lebih dipersiapkan saat libur Paskah nanti," sebutnya.


















