Nahas! Siswa SMP di Dompu Tewas Terkena Lemparan Batu

Dompu, IDN Times - Pemuda berinisial AD (18) ditangkap oleh Tim Jatanras Polres Dompu pada Jumat siang (15/11/2024). AD diduga melakukan pelemparan batu yang menyebabkan seorang siswa SMP berinisial RS (13) meninggal dunia.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Dompu Ajun Komisaris Polisi Ramli, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada Kamis (14/11/2024) di pinggir jalan Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Dompu.
Saat itu, korban bersama rekannya sedang memperbaiki knalpot sepeda motor. Secara tiba-tiba, korban terkena lemparan batu hingga tak sadarkan diri.
“Korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia,” katanya, Jumat (15/11/2024).
1. Keluarga kompak blokade jalan

Kematian RS memicu kemarahan keluarga korban. Pada Kamis malam (14/11/2024), pihak keluarga melakukan aksi blokade jalan di sekitar lokasi kejadian. Mereka menuntut agar pelaku segera ditangkap oleh pihak kepolisian.
Merespons situasi tersebut, Tim Jatanras Polres Dompu langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV dan meminta keterangan dari warga sekitar tempat kejadian.
2. Sejumlah cctv di sekitar lokasi diperiksa

Ramli mengungkapkan, berdasarkan penyelidikan awal, pelaku pelemparan batu adalah AD. Informasi ini diperoleh setelah pelaku sempat bercerita kepada dua rekannya, BB (14) dan RK (13), yang diketahui tergabung dalam satu kelompok atau geng bernama Cindalu.
“Dari keterangan BB dan RK, mereka membenarkan bahwa pelaku pelemparan adalah AD,” ungkap Ramli.
Polisi kemudian bergerak cepat untuk menangkap AD. Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan di rumah temannya di Kelurahan Bali Satu, Dompu, pada Jumat siang.
3. Terduga pelaku diamankan di Polres Dompu

Saat ini, AD telah diamankan di Mapolres Dompu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses penyidikan kasus tersebut masih terus berlanjut sekaligus untuk mengungkap motif pelemparan batu yang berujung jatuhnya korban jiwa.
Polisi mendalami kasus ini guna mengungkap motif dan memastikan pihak-pihak lain yang mungkin terlibat.
“Terduga pelaku kini sudah diamankan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tutup AKP Ramli.



















