Kabid Peternakan Dinas Peternakan Kesehatan Hewan Lotim, drh. Zulfan Ashari (IDN Times/Ruhaili)
Menanggapi keluhan peternak, Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim, drH. Zufan Ashari mengatakan, seharusnya tidak ada ada alasan peternak untuk mengeluhkan sulitnya mendapatkan pakan ternak. Karena ada banyak alternatif pakan yang bisa menggantikan pakan hijau.
"Cara membuat alternatif pakan, ketika sulit mendapatkan pakan hijau di musim kemarau sudah sering kami sosialisasikan, tapi peternak enggan untuk menerapkan ilmunya," ungkap Zulfan.
Salah satu alternatif pakan adalah memanfaatkan limbah pertanian yang tidak terpakai, seperti bekas tanaman jagung dan padi. Padahal Lotim merupakan salah satu sentra tanaman jagung dan padi di NTB.
"Itu bisa dimanfaatkan jadi pakan kering, dan itu sangat bergizi, tinggal diolah saja," jelasnya.
Selain itu, ada istilah pembuatan pakan Silase. Yaitu pengolahan pakan hijau dengan cara di awetkan agar bisa digunakan disaat kesulitan mendapatkan pakan hijau di musim kemarau. Itu juga sudah disosialisasikan ke peternak cara pembuatannya.
Pembuatan pakan Silase ini sangat mudah, yaitu menyimpan pakan hijau yang melimpah saat musim penghujan, kemudian di olah dengan cara menambahkan molasis dan dedak atau tepung ikan. Kemudian disimpan di ruangan kedal udara.
"Setelah 12 hari disimpan sudah bisa dimakan oleh ternak, semakin lama disimpan semakin baik. Nilai gizinya juga jauh lebih meningkat. Tapi sayangnya peternak enggan mempraktikkanya, karena sudan terlalu bergantung pada pakan hijau, " terangnya.