Advokasi Tak Tuntas Picu Sentimen Negatif pada Ormas di NTB

Perkuat data untuk advokasi kepentingan publik

Mataram, IDN Times - Keberadaan beberapa Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mendapatkan sentimen negatif di tengah masyarakat. Hal ini karena adanya insiden bentrok antara ormas dengan aparat keamanan maupun ormas dengan ormas.

Sentimen negatif terhadap ormas itu dapat dilawan dengan mengawal advokasi kepentingan publik hingga tuntas. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) NTB Lalu Iswan Mulyadi saat berbincang dengan IDN Times di Mataram, Minggu (13/2/2022) mengatakan bahwa memang benar ada sentimen negatif terhadap ormas.

1. Advokasi kepentingan publik hingga tuntas

Advokasi Tak Tuntas Picu Sentimen Negatif pada Ormas di NTBKetua KSPN NTB Lalu Iswan Mulyadi (Dok. Pribadi)

Menurutnya, banyak sentimen negatif terhadap ormas disebabkan tidak tuntasnya pengawalan terhadap advokasi kepentingan publik. Advokasi yang dilakukan ormas atau LSM kadang-kadang hanya setengah saja.

Dia mengungkapkan sekitar 30 persen saja advokasi kepentingan publik yang dikawal hingga tuntas oleh ormas di NTB. Sementara 70 persen tidak dikawal hingga tuntas atau mandek.

Selain itu, Iswan mengatakan sentimen negatif terhadap ormas juga bisa dipicu kurang mendalamnya data terkait advokasi kepentingan publik yang diperjuangkan. Untuk itu, sebelum mengadvokasi kepentingan publik kepada pemerintah daerah, harus dilakukan kajian data yang mendalam. Sehingga apa yang diperjuangkan untuk kepentingan masyarakat mencapai tujuan.

Dalam memperjuangkan kepentingan publik, kata Iswan, memang setiap ormas atau LSM punya karakter masing-masing. Ada yang keras dan lembut. Tetapi tujuannya adalah memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah untuk kepentingan masyarakat.

2. Ada 375 ormas di NTB

Advokasi Tak Tuntas Picu Sentimen Negatif pada Ormas di NTBKepala Bakesbangpol dari NTB Lalu Abdul Wahid (Dok. Pribadi)

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB, Lalu Abdul Wahid yang dikonfirmasi IDN Times, Minggu (13/2/2022) mengatakan ormas-ormas di NTB memberikan masukan yang konstruktif bagi pemerintah daerah. Pembinaan juga terus dilakukan kepada ormas-ormas yang ada untuk dapat berkontribusi terhadap pembangunan di NTB.

Berdasarkan data Bakesbangpoldagri NTB, pada 2020, tercatat sebanyak 375 ormas di NTB. Ormas-ormas tersebut bergerak dalam 20 bidang kegiatan. Antara lain bidang demokrasi 5 ormas, ekonomi 14 ormas, hukum 18 ormas, keagamaan 31 ormas, kebudayaan 9 ormas, kepemudaan 23 ormas.

Selanjutnya, kesehatan 3 ormas, ketenagakerjaan 8 ormas, lingkungan hidup atau sumber daya ala. 5 ormas, pemberdayaan masyarakat 36 ormas, pemberdayaan perempuan 12 ormas, pendidikan 38 ormas, penelitian dan pengembangan 18 ormas, penguatan kapasitas 14 ormas.

Kemudian perlindungan HAM 2 ormas, profesi 44 ormas, seni dan olahraga 9 ormas, sosial kemanusiaan 72 ormas, sumber daya manusia 10 ormas dan Hamkamtibmas 4 ormas.

Jumlah ormas di NTB terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2014, Bakesbangpoldagri mencatat sebanyak 225 ormas di NTB. Pada 2015 meningkat menjadi 435 ormas. Selanjutnya pada 2016, tercatat 272 ormas, 2017 sebanyak 299 ormas, 2018 sebanyak 324 ormas, 2019 sebanyak 345 ormas dan 2020 sebanyak 375 ormas.

3. Ormas ikut ciptakan suasana kondusif jelang MotoGP

Advokasi Tak Tuntas Picu Sentimen Negatif pada Ormas di NTBilustrasi balap motogp (motogp.com)

Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto mengatakan tidak ada kasus bentrok antara ormas dengan aparat maupun ormas dengan ormas yang ditangani kepolisian di NTB. Ia menyebut ormas di NTB ikut menciptakan suasana yang aman dan kondusif menjelang perhelatan MotoGP 2022.

"Alhamdulillah kita masyarakat NTB memahami betul pentingnya event MotoGP ini situasi yang kondusif. Sehingga peran peran tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama serta tokoh adat untuk menciptakan kondisi yang kondusif sangat banyak," kata Artanto.

Dikatakan, ormas-ormas di NTB juga berusaha menciptakan kamtibmas menjelang perhelatan MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika. Event ini dinilai cukup penting untuk kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi di tengah pandemik COVID-19.

"Sehingga mereka berusaha bagaimana menciptakan NTB yang nyaman. Supaya pengunjung atau penonton MotoGP yang akan datang ke sini akan nyaman dan senang. Ada kesadaran ormas di sini untuk memberikan informasi terbaik dan tetap menjaga kamtibmas di wilayah," ucapnya.

Baca Juga: 21 Drone Ilegal Diturunkan Paksa saat Pramusim MotoGP di Mandalika

Topik:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya