Lombok Timur, IDN Times - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), mengungkap sebanyak 73.068 ribu keluarga berisiko stunting. Itu merupakan 35,09 persen dari total jumlah keluarga di Lotim.
Data tersebut bersumber dari data Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 yang dilakukan Kementerian Kesehatan. Sementara angka stunting di Lotim sebesar 35,6 persen. Kondisi ini menempatkan Lotim berada pada peringkat ketiga se-NTB setelah Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Tengah.
