Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Memprihatinkan, 73 Ribu Keluarga di Lotim Rawan Stunting
ILUSTRASI ibu dan anak

Lombok Timur, IDN Times - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), mengungkap sebanyak 73.068 ribu keluarga berisiko stunting. Itu merupakan 35,09 persen dari total jumlah keluarga di Lotim.

Data tersebut bersumber dari data Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 yang dilakukan Kementerian Kesehatan. Sementara angka stunting di Lotim sebesar 35,6 persen. Kondisi ini menempatkan Lotim berada pada peringkat ketiga se-NTB setelah Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Tengah. 

1. Penyebab karena faktor ekonomi

Penulis

Penyebab masih tingginya angka stunting serta risiko keluarga stunting yaitu disebabkan faktor ekonomi. Banyaknya keluarga miskin yang tidak mampu memberikan gizi lengkap kepada anak. Selain itu disebabkan karena pernikahan anak usia dini serta pola hidup tidak sehat.

Data BPS tahun 2022 menyebut total angka kemiskinan Lotim tahun 2022 sebesar 15,38 persen atau sebanyak 190,840 jiwa. Angka ini naik jika dibandingkan dengan tahun 2021.

Sementara angka kasus pernikahan dini juga terus meningkat yang berkisar 40-50 kasus pertahun, selain itu ada data persalinan remaja tahun 2021 sebanyak 14.774 kasus.

"Angka kemiskinan dan pernikahan anak usia dini kita yang masih tinggi," ungkap kepala Dinas P3AKB H Ahmad, Rabu (08/02/23).

2. DP3AKB siapkan program Keris sebagai solusi

Para ibu dan balita diberikan pengetahuan resiko stunting

Menghadapi tingginya angka Keluarga Risiko Stunting ini, DP3AKB Lotim sebagai leading sektor penanganan stunting mempersiapkan sejumlah program strategis untuk pencegahan stunting. Salah satunya program aplikasi Kelas Keluarga Risiko Stunting (Keris) yang berisi data detail by name by address tentang stunting.

"Data stunting ini siap akan disediakan melalui aplikasi daring. Lengkap dengan google map lokasinya. Dengan demikian akan lebih mudah intervensi program pengentasannya," jelas H Ahmat.

3. Pemerintah Desa harus ikut intervensi

Warga risiko rtunting diberikan pengarahan

Selain upaya melalui program Keris, seluruh desa di Kabupaten Lotim harus terus melakukan intervensi dengan melakukan pendampingan bersama ke seluruh keluarga yang berisiko bakal mengalami stunting. Yakni keluarga miskin, para ibu-ibu hamil, keluarga yang nikah dini.

Seluruh desa sambungnya harus miliki data Keluarga Risiko Stunting ini dengan jelas dan mengetahui detail soal masalahnya. "Kalau desa memiliki data KRS, maka harus fokus mengintervensi keluarga tersebut," tutupnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorRuhaili -

Related Article