Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Masa Jabatan KPID NTB 2021-2024 Diperpanjang, Pemprov Ungkap Alasannya

Kepala Diskominfotik NTB Yusron Hadi. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Kepala Diskominfotik NTB Yusron Hadi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Masa jabatan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB periode 2021-2024, kembali diperpanjang. Seharusnya, masa jabatan komisioner KPID NTB berakhir pada 24 Agustus 2025, setelah diperpanjang pada 2024.

Namun, hingga saat ini, belum dilakukan seleksi komisioner KPID NTB yang baru. Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB Yusron Hadi menjelaskan bahwa sesuai ketentuan, perpanjangan masa jabatan Komisioner KPID NTB berlaku sampai ditetapkannya komisioner yang baru.

"Jadi sesuai ketentuan yang ada memang SK perpanjangan berlaku sampai ditetapkannya komisioner yang baru. Oleh karena itu, saat ini proses seleksinya juga harus digesa supaya apabila dirunut dengan keseluruhan tahapan seleksi KPID, para komisioner baru dapat bekerja di awal Januari 2026," kata Yusron dikonfirmasi IDN Times, Senin (25/8/2025).

1. Seleksi komisioner KPID lewat DPRD NTB

Kantor DPRD NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Kantor DPRD NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dia menjelaskan sesuai ketentuan, seleksi Komisioner KPID NTB dilakukan oleh DPRD NTB. Aturannya, komisioner yang lama mengajukan Tim Panitia Seleksi (Pansel) ke DPRD NTB. Setelah itu, Ketua DPRD NTB menetapkan Tim Pansel. Selanjutnya, dibuka pengumuman dan pendaftaran calon komisioner KPID NTB oleh Tim Pansel.

Setelah itu, Tim Pansel menjaring calon komisioner KPID NTB. Hasil seleksi yang dilakukan Tim Pansel, selanjutnya dilakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) oleh Komisi I DPRD NTB.

"Sekarang tahapannya tinggal DPRD menunggu usulan dari KPID, yang mengusulkan Pansel adalah KPID yang sekarang. Aturannya begitu, tinggal menunggu itu saja. Kami cek tinggal menunggu usulan Panselnya," jelas Yusron.

2. Anggaran seleksi komisioner KPID NTB telah dialokasikan di Sekretariat DPRD NTB

1756122812987.jpg
Komisioner KPID NTB 2021-2024 yang kembali Diperpanjang masa jabatannya sampai terpilih komisioner yang baru. (dok. KPID NTB)

Yusron mengungkapkan anggaran seleksi Komisioner KPID NTB, sudah dialokasikan di Sekretariat DPRD NTB tahun anggaran 2025. Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan Sekretaris DPRD NTB untuk segera memproses seleksi Komisioner KPID NTB yang baru.

Pemprov NTB berharap proses seleksi komisioner KPID NTB bisa paralel dengan seleksi komisioner Komisi Informasi (KI) NTB. Seleksi komisioner KI NTB direncanakan mulai awal September mendatang. Dengan dilakukan seleksi secara paralel, diharapkan pada Januari 2026, komisioner KI dan KPID NTB yang baru dilakukan pelantikan.

"Kalau ini berjalan, insyaallah Januari 2026, kita sudah mendapatkan komisioner yang baru baik KI dan KPID NTB," jelasnya.

3. Penetapan komisioner KI dan KPID terpilih tetap melalui SK Gubernur NTB

Logo KPI (kpi.go.id)
Logo KPI (kpi.go.id)

Meskipun proses seleksi komisioner KPID dan KI berbeda, namun penetapan komisioner KPID dan KI NTB yang baru tetap melalui SK Gubernur NTB. Setelah keluar SK Gubernur NTB, maka komisioner KPID dan KI NTB selanjutnya dilantik.

Yusron mengatakan SK Pansel yang melakukan seleksi komisioner KPID NTB oleh Ketua DPRD NTB. Sedangkan SK Pansel untuk seleksi komisioner KI NTB ditetapkan oleh Gubernur NTB.

"Aturannya sementara ini demikian. Nanti kedua lembaga ini pada akhirnya akan di-SK-kan oleh gubernur," jelas Yusron.

Sebagaimana diketahui, tujuh komisioner KPID NTB 2021-2024 dilantik pada 24 Agustus 2021 oleh Sekda NTB Lalu Gita Ariadi. Ketujuh Komisioner KPID NTB yang dilantik untuk periode 2021-2024 yaitu Ajeng Roslinda Motimori, Afifudin Adnan, Abdul Maluk, Darsono Yusin Sali, Auliya Rachman Chavez, Marga Harun dan Husna Fatayati.

Dalam perjalanannya, satu komisioner KPID NTB Marga Harun mengundurkan diri karena ikut dalam Pileg 2024. Dia kemudian digantikan oleh Yusron Saudi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us