Libur Natal, ASDP Layani 44.810 Penumpang Lintas Lembar-Padangbai

Lombok Barat, IDN Times - PT ASDP Cabang Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 44.810 penumpang diseberangkan di lintas penyeberangan Lembar - Padangbai dan sebaliknya pada saat libur Natal 2024.
General Manager ASDP Cabang Lembar Agus Djoko Triyanto menyebutkan puncak arus mudik Natal 2024 di Pelabuhan Lembar pada H-3 dengan jumlah penumpang sebanyak 5.800 orang.
Djoko mengatakan pergerakan penumpang di Pelabuhan Lembar pada saat arus mudik Natal 2024 cenderung sama dengan hari-hari biasa. "Cuma ada sedikit peningkatan penumpang pada H-3 sampai dengan H-1. Selebihnya sama dengan penyeberangan reguler," kata Djoko dikonfirmasi IDN Times, Kamis (26/12/2024).
1. Layani 44.810 penumpang saat libur Natal 2024

Djoko menyebut jumlah penumpang baik pejalan kaki maupun yang menggunakan kendaraan pada hari-hari biasa sebanyak 4.000 orang, baik dari Pelabuhan Lembar maupun Pelabuhan Padangbai.
Sedangkan pada H-3 sampai H-1 arus mudik Natal, jumlah penumpang meningkat menjadi 5.000 orang per hari. Puncak arus mudik Natal terjadi pada H-3 dengan jumlah penumpang sebanyak 5.800 orang.
"Namun apa yang dicapai tahun ini masih lebih rendah dari pada periode yang sama tahun 2023. Secara total dari H-9 sampai hari Natal kemarin pada 2024 sebanyak 44.810 penumpang dari dua sisi, Lembar dan Padangbai," sebutnya.
2. Penurunan jumlah penumpang diduga akibat turunnya harga tiket pesawat

Sementara pada periode yang sama tahun 2023, kata Djoko, jumlah penumpang sebanyak 50.713 orang. Kudiam pada tahun 2022, pada periode yang sama jumlah penumpang sebanyak sebanyak 37.484 orang.
Dibandingkan 2022, pencapaian tahun ini signifikan jauh lebih tinggi. Tetapi jika dibandingkan tahun 2023, pencapaian jumlah penumpang pada saat libur Natal di penyeberangan lintas Lembar-Padangbai menurun.
Menurutnya, penurunan jumlah penumpang lintas penyeberangan Lembar-Padangbai dipengaruhi sejumlah faktor. Diantaranya, banyak akses dari dan menuju Pelabuhan Lembar, seperti adanya penyeberangan langsung Lembar - Surabaya dan Lembar - Jangkar Jawa Timur.
Selain itu, ada beberapa moda transportasi alternatif seperti menggunakan pesawat. Apalagi sekarang harga tiket pesawat sudah turun.
"Ada beberapa alternatif, tidak hanya melalui Pelabuhan Padangbai Bali atau Lembar. Terlebih lagi mungkin faktor penurunan tarif di moda transportasi yang lain. Mengakibatkan masyarakat punya pilihan untuk bepergian. Penurunan harga tiket pesawat berpengaruh. Kita hanya mengira-ngira," katanya.
3. Puncak arus mudik tahun baru diperkirakan 29-31 Desember 2024

Sementara untuk puncak arus mudik libur tahun Baru di Pelabuhan Lembar diperkirakan pada 29, 30 dan 31 Desember 2024. Djoko memperkirakan akan terjadi lonjakan penumpang pada hari tersebut. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada 2 dan 3 Januari 2025.
Dia menyebut total armada angkutan Nataru di lintasan Lembar-Padangbai sebanyak 25 kapal. Sementara ini, ada empat kapal yang sedang docking tahunan, sehingga ada 21 kapal yang siap melayani angkutan Nataru 2024/2025.
"Sementara setiap harinya dengan kondisi normal kita operasikan 13 kapal dengan berkordinasi dengan Koordinator Satuan Pelabuhan Lembar BPTD. Kalau dipandang situasi atau kondisi pelabuhan padat, kita akan operasikan 18 kapal," sebutnya.
Terkait peringatan cuaca ekstrem dari BMKG pada 25-31 Desember 2024, Djoko menjelaskan ASDP Cabang Lembar mengikuti arahan dari BMKG dan Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Lembar BPTD NTB. Apabila kondisi cuaca tidak kondusif maka BPTD akan memberikan peringatan untuk penundaan atau pembatalan pelayaran.
"Tapi sejauh ini sejak H-9 sampai hari Natal kemarin tidak ada perintah terkait penundaan atau pembatalan pelayaran di lintas Lembar-Padangbai. Cuaca masih kondusif, tinggi gelombang juga masih kondusif," tandasnya.



















