Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahmadi. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB Ahmadi mengatakan pihaknya bersama penyelenggara Pemilu mengantisipasi TPS yang rawan bencana. Begitu juga daerah yang rawan longsor, akan disiagakan alat berat di kabupaten/kota.
Sepanjang 2023, BPBD Provinsi NTB mencatat 124 kejadian bencana yang didominasi bencana hidrometeorologi. Pada periode 1 Januari – 31 Desember 2023 telah terjadi bencana alam sebanyak 124 kejadian.
Dari jumlah tersebut, bencana yang paling sering terjadi yaitu bencana banjir dan banjir bandang dengan 63 kejadian. Kemudian angin puting beliung 27 kejadian, tanah longsor 22 kejadian dan Kekeringan terjadi di 9 Kabupaten kota di Provinsi NTB.
Ia menyebutkan kabupaten yang paling sering dilanda bencana periode Januari-Desember 2023 adalah Kabupaten Bima dengan catatan 29 kejadian. Kemudian Kota Bima 16 kejadian, Kabupaten Lombok Timur 14 Kejadian, Kabupaten Dompu 13, Kabupaten Lombok Tengah 12 kejadian.
Selanjutnya, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa masing-masing 11 kejadian, Kabupaten Lombok Utara 7 kejadian, Kota Mataram 6 kejadian, dan Kabupaten Sumbawa barat 5 kejadian.
Selama Periode Januari-Desember 2023, masyarakat yang terdampak bencana sebanyak 186.112 jiwa, dimana 3 jiwa mengalami luka-luka dan 7 jiwa meninggal dunia. Ahmadi mengatakan sebagian wilayah NTB terpantau telah memasuki musim hujan 2023/2024 dan sebagian masih berada pada masa peralihan.
Untuk itu, masyarakat perlu mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat disertai angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan bersifat lokal, banjir dan tanah longsor.