Comscore Tracker

4 Tahun Ditinggal Istri, Pria di Bima ini Frustasi hingga Bunuh Diri 

Jasad korban ditemukan tergantung di pintu kamar rumah

Bima, IDN Times - Warga bernama Suwandi ditemukan tewas diduga bunuh diri di pintu kamar rumahnya, Rabu (7/12/2022) sekira pukul 14.00 Wita. Pria 29 tahun asal Desa Roi Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini diduga mengakhiri hidup karena frustasi akibat ditinggalkan oleh istrinya.

"Korban diduga gantung diri akibat frustasi. Karena sudah empat tahun ditinggal istri sebagai TKW di Malaysia," jelas Camat Palibelo dikonfirmasi IDN Times via ponsel, Rabu sore (7/12/2022).

1. Ditemukan sang ayah usai pulang solat

4 Tahun Ditinggal Istri, Pria di Bima ini Frustasi hingga Bunuh Diri Ilustrasi Bunuh Diri (IDN Times/Mardya Shakti)

Darwis mengaku belum mengetahui persis peristiwa kematian Suwandi. Namun dari keterangan keluarga, korban awalnya ditemukan oleh ayahnya usai pulang salat dzuhur dari masjid setempat.

Jasad ayah dari dua orang anak ini ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan. Tergantung di pintu kamar rumah, dengan dililit tali nilon di bagian leher. 

"Ayahnya sendiri yang pertama kali temukan korban," terang dia.

Baca Juga: Suami di Bima ini Tega Membunuh Istrinya karena Meminta Uang

2. Kerja serabutan

4 Tahun Ditinggal Istri, Pria di Bima ini Frustasi hingga Bunuh Diri Pexels.com/Anna Shvets

Selama ditinggal istri mengais nafkah di negeri Jiran Malaysia, korban tinggal bersama dua orang anaknya. Buah hatinya tersebut, masih berusia cukup belia. 

Untuk kebutuhan hidup bersama anaknya, Suwandi dikirimi uang oleh sang istri. Terkadang juga bekerja serabutan dan buruh harian, jika ada warga yang membutuhkan jasanya.

"Pengangguran dia, kadang jadi buruh juga," terang Darwis.

3. Keluarga tolak autopsi

4 Tahun Ditinggal Istri, Pria di Bima ini Frustasi hingga Bunuh Diri ilustrasi bunuh diri (IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara itu, pihak keluarga kompak menolak untuk dilakukan autopsi jasad oleh tim forensik Polres Bima. Mereka menganggap kematian korban sebagai musibah.

"Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi jasad oleh polisi," katanya.

Sementara Kasi Humas Polres Bima, Iptu Adib Widayaka yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan ada warga yang tewas tergantung. Bahkan pihaknya sudah dikerahkan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Iya benar, untuk hasil olah TKP tunggu laporan. Tunggu rilis lengkap saja," tandas Adib Widayaka dihubungi IDN Times.

Baca Juga: Warga Bima Blokade Jalan karena Membela Begal yang Dipukul

Topic:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya