Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Isak Tangis Warga Iringi Jenazah Eks Bupati Alor ke Peristirahatan Terakhir

Isak Tangis Warga Iringi Jenazah Eks Bupati Alor ke Peristirahatan Terakhir
Mantan Bupati Alor Amon Djobo. (Dok Humas Pemkab Alor)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
  • Ribuan warga Alor mengantar pemakaman mantan Bupati dua periode, Amon Djobo, yang wafat di RSUD Kalabahi dan dimakamkan di makam keluarga Aikoli sesuai keinginannya.
  • Sejumlah pejabat seperti Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johanis Asadoma mengenang Amon Djobo sebagai pemimpin tegas, merakyat, dan sangat mencintai masyarakat Alor.
  • Amon Djobo dikenal sebagai birokrat tulen dengan gaya komunikasi lugas serta pengabdian 35 tahun di pemerintahan sebelum menjabat Bupati Alor dua periode dengan berbagai program pembangunan daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - Isak tangis mengiringi kepulangan mantan Bupati Alor dua periode, Amon Djobo, yang mengembuskan napas terakhir di RSUD Kalabahi, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (26/3/2026). Suasana duka kembali mengiringi pemakamannya yang digelar Sabtu (28/3/2026) yang dihadiri oleh ribuan pelayat.

Eliazar Ballo, salah satu warga dan kerabat mantan pemimpin dua periode itu mengungkap duka yang menyelimuti Alor selama beberapa hari terakhir. Warga terus berdatangan dalam beberapa malam untuk mendoakan dan memberikan krans bunga atau ucapan duka.

1. Warga berdukacita sejak Amon Djobo meninggal

IMG-20260328-WA0014.jpg
Warga dan keluarga datangi pemakaman mantan Bupati Alor Amon Djobo. (Dok Istimewa)

Pemakaman Amon Djobo berlangsung di makam keluarga di Aikoli, Kelurahan Welai Barat, Kecamatan Teluk Mutiara, Kalabahi. Lokasi ini sebelumnya telah ditunjuk oleh mendiang sebelum berpulang meski Pemerintah Kabupaten Alor sebelumnya mengusulkan agar dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP). Suasana penuh air mata oleh keluarga dan masyarakat mulai pecah saat peti jenazah mulai digotong untuk dibawa ke dalam liang kubur.

“Sejak malam pengantaran jenazah beliau dari RSUD Kalabahi sampai ke rumah duka sudah banyak masyarakat yang sambut di pinggir jalan dengan menangis. Hari ini pemakaman juga ribuan pelayat datang dan berduka bersama keluarga,” ujar Eliazar Ballo.

2. Dikenang sejumlah pejabat

IMG-20260328-WA0015.jpg
Warga dan keluarga datangi pemakaman mantan Bupati Alor Amon Djobo. (Dok Istimewa)

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengaku masih berkomunikasi dengan mendiang Amon Djobo dengan sangat intens. Ia sendiri merasa kehilangan sosok pemimpin yang mencintai dan dicintai warga Alor.

“Sampai dengan akhir hayatnya, kami masih sering komunikasi, minimal seminggu sekali. Peristiwa duka tentunya dirasakan masyarakat Alor. Beliau seorang birokrat tulen, kepala daerah dua periode dan pemimpin yang kita kenal apa adanya serta sangat mencintai masyarakat Alor,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma juga menyampaikan hal serupa. Ia melihat mendiang sebagai sosok yang berani, tegas namun tetap merakyat.

“Almarhum adalah sosok pemimpin yang mempunyai kepribadian kuat, tegas tapi merakyat,” ujarnya.

Partai Amanat Nasional (PAN) juga mengaku kehilangan kader terbaik mereka di NTT yang produktif dalam membesarkan PAN di Alor.

“Atas nama DPW PAN, kami menyatakan turut berdukacita mendalam. Kami kehilangan kader terbaik,” ujar Sekretaris DPW PAN NTT Marthen Lenggu.

3. Amon Djobo seorang birokrat murni

IMG-20260328-WA0025.jpg
Warga dan keluarga datangi pemakaman mantan Bupati Alor Amon Djobo. (Dok Istimewa)

Amon Djobo sendiri memiliki sosok yang berani dan blak-blakan semasa ia menjabat, Amon Djobo dikenal dengan gaya komunikasi yang lugas dan blak-blakan. Ia sempat viral dan membuatnya menjadi sorotan nasional, termasuk saat ia memprotes penyaluran bantuan Kementerian Sosial pasca Badai Seroja, dan ini dianggap sebagai bentuk pembelaan terhadap kepentingan daerah sejumlah kontroversi.

Meski begitu, bagi banyak warga Alor, Amon Djobo tetap dikenang sebagai pemimpin yang bekerja dari bawah, dekat dengan masyarakat, dan memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan daerah kepulauan.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam sekaligus jejak panjang pengabdian bagi masyarakat Alor dan dikenal sebagai birokrat tulen sebelum terjun ke dunia politik. Ia mengabdi sekitar 35 tahun sebagai aparatur sipil negara, mulai dari Camat Alor Timur, Kepala Bappeda, hingga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.

Karier panjang itu membawanya terpilih sebagai Bupati Alor selama dua periode, 2014–2019 dan 2019–2024. Selama memimpin, ia dikenal aktif turun langsung ke masyarakat dan menggagas program pembangunan seperti “Gemma Mandiri”.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More