Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ibu Hamil Pecah Ketuban Terpaksa Lewati Jembatan Putus untuk Bersalin di RS
Ibu hendak melahirkan dan pecah ketuban lalui jembatan putus di Kupang. (Dok Polda NTT)
  • Seorang ibu hamil di Kupang terpaksa berjalan kaki melintasi jembatan rusak sejauh 400 meter saat hendak melahirkan, sebelum akhirnya dievakuasi oleh personel TNI dan Polwan ke RSUD Naibonat.
  • Kerusakan jembatan di perbatasan Naibonat–Kuimasi disebabkan cuaca ekstrem yang menggerus pondasi hingga bergeser, membuat jalur Trans Timor ditutup sementara untuk proses perbaikan.
  • Wakil Gubernur NTT menyatakan akses Jalan Trans Timor lumpuh total akibat jembatan ambruk dan mengimbau masyarakat menggunakan jalur alternatif demi keselamatan serta kelancaran transportasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
26 Maret 2026

Jembatan di perbatasan Kelurahan Naibonat dan Desa Kuimasi, Kabupaten Kupang, amblas dan menyebabkan jalur utama Trans Timor lumpuh total. Welhelmina Waty Snae yang hendak melahirkan terpaksa berjalan kaki melintasi jembatan rusak tersebut.

26 Maret 2026

Personel TNI dan Polwan dari Subdit Kamsel Ditlantas Polda NTT membantu evakuasi Welhelmina ke RSUD Naibonat menggunakan mobil dinas. Ia kemudian mendapat perawatan di IGD sebelum dipindahkan ke ruang persalinan.

26 Maret 2026

Kepala BPJN NTT, Janto Mangiri, menjelaskan bahwa jembatan ambruk akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan longsoran di hilir sungai dan pergeseran pondasi. Jalur ditutup sementara untuk perbaikan dengan disiapkan rute alternatif.

26 Maret 2026

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyatakan akses Jalan Trans Timor lumpuh total dan mengimbau masyarakat menghindari jalur tersebut hingga kondisi kembali normal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang ibu hamil bernama Welhelmina Waty Snae harus berjalan kaki melintasi jembatan yang ambruk di jalur Trans Timor saat hendak menuju rumah sakit untuk melahirkan.
  • Who?
    Welhelmina Waty Snae bersama suaminya, Agustinus, dibantu oleh AKP Arina Eklesia Behhi dan personel TNI serta Polwan dari Ditlantas Polda NTT dalam proses evakuasi.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di jembatan perbatasan Kelurahan Naibonat dan Desa Kuimasi, Kecamatan Camplong, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026, ketika jembatan di jalur utama Trans Timor mengalami kerusakan akibat longsoran tanah.
  • Why?
    Kepala BPJN NTT menyebut cuaca ekstrem menyebabkan longsoran di hilir sungai yang menggerus pondasi jembatan hingga bergeser dan membuat plat injak turun.
  • How?
    Saat kontraksi dan ketuban pecah, Welhelmina berjalan sekitar 400 meter melewati jembatan rusak sebelum dievakuasi menggunakan mobil dinas ke RSUD Naibonat untuk mendapat perawatan medis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Seorang ibu hamil namanya Ibu Welhelmina mau melahirkan tapi jembatan di Kupang rusak. Dia jalan kaki pelan-pelan sama suaminya karena motor tidak bisa lewat. Tentara dan polisi perempuan datang bantu bawa ke rumah sakit. Sekarang ibu itu dirawat di rumah sakit, dan jembatannya mau diperbaiki karena rusak kena hujan besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Welhelmina Waty Snae (43), seorang ibu hamil yang hendak melahirkan terpaksa harus berjalan kaki melintasi jembatan di perbatasan Kelurahan Naibonat dan Desa Kuimasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ambles, Kamis (26/3/2026).

Jalur utama Trans Timor yang merupakan jalan nasional penghubung Kupang - Timor Leste ini sampai lumpuh total dan membuat warga asal Desa Nitae, Kecamatan Fatuleu Barat ini berjalan kaki melewati jembatan yang rusak itu.

Ia sebelumnya dibonceng oleh sang suami, Agustinus, menggunakan sepeda motor menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat Kupang. Mereka tak dapat melanjutkan perjalanan dengan kendaraan akibat kemacetan panjang di Jalan Timor Raya akibat putusnya jembatan itu.

1. Diantar hingga rumah sakit

Ibu hendak melahirkan dan pecah ketuban lalui jembatan putus di Kupang. (Dok Polda NTT)

Ibu hamil ini sudah merasakan kontraksi hebat hingga ketubannya pecah saat perjalanannya terhenti. Dalam keadaan itu ia berjalan kaki sejauh kurang lebih 400 meter melewati jembatan tersebut.

Situasi tersebut langsung mendapat atensi dari personel TNI bersama Polwan dari Subdit Kamsel Ditlantas Polda NTT yang sedang berjaga langsung turun tangan membantu evakuasi.

AKP Arina Eklesia Behhi, bersama anggotanya Dewi Padaka dan Susi Leba, langsung mengevakuasi Welhelmina dengan hati-hati dari lokasi kerusakan tersebut. Welhelmina langsung dibawa ke RSUD Naibonat menggunakan mobil dinas lalu lintas.

Welhelmina langsung mendapatkan perawatan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Naibonat Kupang sebelum dipindahkan ke ruang persalinan.

2. Diduga akibat cuaca ekstrem

Ibu hendak melahirkan dan pecah ketuban lalui jembatan putus di Kupang. (Dok Polda NTT)

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto Mangiri, mengungkap penyebab rusaknya jembatan ini. Menurutnya kondisi cuaca ekstrem berpengaruh besar pada ambruknya jembatan di Kilometer 38 Oelmasi, Desa Kuimasi, Kecamatan Camplong, Kabupaten Kupang ini.

"Akibat cuaca ekstrem dengan terjadinya longsoran di hilir sungai yang menggerus tanah hingga terjadi retakan pada pondasi jembatan. Pondasi jembatannya bergeser sehingga plat injaknya terjadi penurunan," kata dia.

Sementara ini, kata dia, ada alternatif jalan yang sudah dipilih karena jalur jalan yang rusak itu akan ditutup sementara untuk perbaikan.

3. Akses jalan lumpuh total

Ibu hendak melahirkan dan pecah ketuban lalui jembatan putus di Kupang. (Dok Polda NTT)

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyebut jalur yang terputus ini membuat akses di Jalan Trans Timor ini lumpuh total.

“Ini jalur utama Trans Timor yang sangat vital. Kondisinya benar-benar terputus total sehingga menghentikan aktivitas transportasi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan diimbau menghindari jalur tersebut demi keselamatan sementara waktu ini hingga akses kembali normal.

Sementara ini akan disiapkan untuk membuka jalur alternatif untuk transportasi juga perbaikan pada pipa air yang bisa mengganggu distribusi air bersih ke Kota Kupang.

Editorial Team