Harga Beras di Lotim Tembus Rp17 Ribu per Kilogram

Lombok Timur, IDN Times - Setelah pelaksanaan Pemilu 2024, harga beras di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengalami lonjakan yang cukup tinggi yaitu mencapai Rp17 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut terjadi merata di sejumlah pasar yang tersebar di 21 Kecamatan.
Kenaikan harga tersebut dipicu oleh dampak El Nino. Hal itu menyebabkan keterlambatan tanam yang berdampak pada terlambatnya panen raya. Kenaikan harga beras ini dikeluhkan oleh masyarakat Lotim. Selain harganya yang mahal, beras juga mulai jarang ditemukan di toko atau warung.
1. Rata-rata naik Rp2 ribu

Kenaikan harga beras tersebut hampir terjadi merata di seluruh pasar yang ada di Lotim. Di pasar Paok motong salah satunya, di tempat ini harga beras medium naik Rp2 ribu per kilogram, dari yang sebelumnya Rp12 ribu menjadi Rp14 ribu. Kenaikan juga terjadi pada beras premium, dari yang sebelumnya Rp15 ribu menjadi Rp17 ribu per kilogram.
"Harga beras premium sudah mencapai Rp17 ribu per kilogram," ungkap salah seorang pedagang, Hajar.
Kenaikan harga beras tersebut diakui Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur, Juaini Taofik, berdasarkan pantauan langsung saat menjalankan program Silaturahmi untuk Lombok Timur Berkemajuan (SULTan). Ia mengakui telah terjadi kenaikan harga beras.
ia mengatakan harga beras premium lalu masih dalam di angka Rp15 ribu, namun saat ini sudah Rp 16 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram. Sementara, harga beras medium yang sebelumnya diharga Rp12 ribu naik hingga menyentuh harga Rp14 ribu per kilogram.
"Kenaikan harga ini merupakan hal yang biasa terjadi setiap menjelang panen raya," ucapnya.
2. Pengusaha penggilingan kesulitan stok gabah

Harga beras juga mengalami kenaikan di pengusaha penggilingan. Beras kelas premium yang biasanya dijual dengan Rp14 ribu naik Rp1.500 per kilogram menjadi Rp15.500.
Kenaikan tersebut dipicu karena sulitnya mendapatkan stok gabah. Kalau pun ada gabah hasil panen petani, harganya juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi.
"Kita kesulitan mendapatkan gabah, karena hanya sebagian kecil yang panen," ungkap pengusaha penggilingan gabah di Lotim, Amaq Nia.
3. Keluarkan beras CBP dan operasi pasar untuk stabilkan harga

Untuk menstabilkan harga beras ini, Pemkab Lotim bersama Bulog akan menggelar operasi pasar dan mengeluarkan Beras Cadangan Pemerintah (CBP) yang disalurkan untuk warga miskin.
Kepala Cabang Bulog Lombok Timur, M Syaukani mengatakan, untuk menekan inflasi dan menstabilkan harga beras di pasaran, pihaknya dalam waktu dekat ini akan kembali melakukan operasi pasar di semua pasar yang ada di Lotim.
Untuk kebutuhan beras ini, Bulog setiap hari menggelontorkan beras medium SPHP sebanyak 15 ton hingga 25 ton per hari melalui pedagang-pedagang pasar dan jaringan RPK. hal itu diharapkan bisa menstabilkan harga beras di pasaran.
"Insyaallah minggu depan kita sudah mulai melakukan operasi pasar lagi. Untuk menstabilkan harga beras yang kembali naik ini," ujar Syaukani.
Sementara untuk operasi pasar, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Dinas perdagangan Lombok Timur. Operasi pasar direncanakan mulai dilakukan pada Selasa (20/2/24) sesuai surat permintaan dari Pemda Lombok Timur.
Sementara itu, terkait dengan stok, Saukani menegaskan cadangan beras untuk Lotim cukup sampai bulan Ramadan dan Lebaran Idul Fitri.
"Kita pastikan stok aman, karena saat ini rata- perhari stok yang masuk ke gudang sekitar 150 ton per hari," tutupnya.



















