ilustrasi uji genetik di laboratorium (health.clevelandclinic.org)
Sebelumnya, Kemenko Marves bersama dengan Pemerintah Daerah baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, memberikan arahan kepada PT Pertamina Patra Niaga untuk melakukan kajian terkait fenomena alam di perairan Teluk Bima. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLH) Kota Bima sendiri mengambil sampel air laut pada tanggal 28 April 2022, dan diuji laboratorium lembaga independen.
Hasil uji sampel air laut tersebut kemudian dikaji lebih lanjut oleh PT Pertamina Patra Niaga. Hasilnya, berdasarkan uji lebih lanjut oleh Laboratorium Genau Loka Gantari yang telah terakreditasi KAN, menunjukkan tidak ada parameter yang menunjukkan terjadinya kebocoran pipa minyak.
Di mana parameter Oil Layer terukur nihil, dan total Petroleum Hidrokarbon terukur 0,0001 mglL< baku mutu. Hasil pengujian air laut jetty fuel Terminal BBM Bima tersebut dinyatakan memenuhi baku mutu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2021 lampiran VIII Baku Mutu Air Laut Kriteria Pelabuhan melimpahnya fitoplankton disebabkan sifat eutraphentic yaitu pembelahan yang lebih cepat saat ketersediaan maktonutrient melimpah disertai peningkatan suhu air laut.
Lebih jauh, sampel air laut dilakukan pengujian pada parameter biologi oleh Yayasan Genbinesia. Dimana hasil pengujian menunjukan jumlah fitoplankton pada sampel air laut sangat melimpah. Yakni, 2.949.000 individu/3000 ml yang didominasi oleh nitzchia acicularis. Sehingga disimpulkan, fenomena alam Teluk Bima tidak disebabkan oleh kebocoran minyak di Terminal BBM Bima.