- Jalan Kedome-Jor (1,5 km)
- Jalan Tanak Paek-Tanjung Ringgit (1,8 km)
- Jalan Serewe-Kaliantan (1 km lebih)
- Jalan Dasan Lekong-Paok Motong (2 km)
- Jalan Terara-Santong (1,5 km)
Efisiensi Anggaran Mengancam Renovasi Jalan Rusak di Lombok Timur

Lombok Timur, IDN Times - Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Presiden RI Prabowo Subianto berdampak signifikan terhadap transfer dana ke Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Salah satu sektor yang paling terdampak adalah Alokasi Dana Khusus (DAK) fisik di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terutama untuk pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi.
Akibat pemangkasan anggaran ini, ratusan kilometer jalan rusak di Lotim terancam tidak bisa diperbaiki. Sejumlah proyek infrastruktur yang telah diusulkan pun batal dikerjakan dan tidak dapat direalisasikan tahun ini.
1. Terpangkas Rp 34 milyar

Kepala Dinas PUPR Lotim, Ahmad Dewanto Hadi, mengungkapkan bahwa DAK yang terpangkas mencakup DAK bidang jalan dan irigasi dengan total Rp34 miliar. Rinciannya, DAK jalan senilai Rp14 miliar dan DAK irigasi serta Dana Alokasi Umum (DAU) yang dialihkan sebesar Rp9,5 miliar. Satu-satunya yang tidak terpangkas adalah DAU untuk air minum dan sanitasi senilai Rp14 miliar.
"Dana Rp34 miliar itu semula direncanakan untuk membangun lima paket ruas jalan rusak di Lotim. Namun, akibat pemangkasan ini, perbaikannya terpaksa ditunda," ujar Dewanto, Rabu (13/2/2025).
Dewanto menjelaskan, pembangunan jalan ini seharusnya bisa meningkatkan kemantapan jalan di Lotim hingga 3 persen. Sayangnya, akibat refocusing anggaran, tahun ini pihaknya hanya bisa melakukan pemeliharaan jalan tanpa adanya pembangunan baru.
2. Renovasi infrastruktur yang tertunda

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lotim, L. Kurnia Darmawan, menambahkan bahwa lima ruas jalan yang batal dikerjakan akibat efisiensi anggaran terdiri dari tiga ruas tematik dan dua ruas konektivitas. Kelima ruas jalan tersebut adalah:
Selain itu, proyek perbaikan jembatan sepanjang 40 meter dengan konstruksi beton girder menggunakan dana hibah Rearranging and Relocation (RR) juga terancam batal. Dana pemeliharaan sarana dan prasarana tahun 2025 pun mengalami pemangkasan sekitar Rp3 miliar, yang semuanya bersumber dari dana pusat.
"Kelima ruas jalan ini telah diusulkan sejak awal 2024, namun harus mengalami refocusing akibat pemangkasan anggaran," jelas Kurnia.
3. Minta masyarakat bersabar

Dinas PUPR Lotim kini berupaya mencari solusi agar proyek-proyek yang tertunda bisa tetap terealisasi di masa mendatang. Pihaknya berharap ada perubahan kebijakan dari pemerintah pusat sehingga alokasi anggaran DAK jalan tahun 2025 bisa dikembalikan, meski mungkin tidak sebesar pagu awal.
"Kami mengimbau masyarakat untuk bersabar. Mudah-mudahan tahun depan anggaran bisa kembali normal, sehingga perencanaan ruas jalan tematik dan konektivitas dapat terealisasi," pungkasnya.
Masyarakat Lotim pun berharap pemerintah daerah dapat menemukan alternatif pendanaan agar pembangunan jalan dan jembatan tetap berjalan. Infrastruktur yang baik sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga.



















