Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Downgrade Jelang Harbolnas, Ini Cara Belanja Diskon tanpa Kalap
Ilustrasi gaya hidup orang lain (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Jelang Harbolnas, kendalikan belanja dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas, serta menetapkan daftar kebutuhan dan batas pengeluaran sesuai kondisi keuangan.
  • Jangan terpaku pada diskon: bandingkan penjual, perhatikan kualitas dan reputasi, lalu hitung harga akhir termasuk ongkir, biaya layanan, serta syarat voucher.
  • Untuk barang nonmendesak, beri jeda sebelum membayar; cek total kewajiban paylater, bunga, jadwal cicilan, dan denda. Hentikan belanja saat anggaran habis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Niat mengurangi pengeluaran bisa goyah ketika keranjang belanja dipenuhi barang diskon. Memasuki November, kamu bisa mulai menata anggaran agar belanja menjelang Harbolnas tetap terkendali.

Downgrade gaya hidup bisa dimulai dengan memilih barang sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan. Pentingnya membedakan kebutuhan dengan keinginan serta menyusun skala prioritas.

Promo tetap bisa dimanfaatkan untuk membeli barang yang memang sudah direncanakan. Agar pengeluaran tidak membengkak, siapkan daftar kebutuhan, periksa harga akhir, dan beri jeda sebelum membayar.

1. Tetapkan daftar kebutuhan dan batas belanja

ilustrasi orang menerapkan gaya hidup frugal living (pexels.com/cottonbro studio)

Tuliskan barang yang benar-benar dibutuhkan sebelum membuka aplikasi belanja. Periksa persediaan di rumah agar kamu tidak membeli barang dengan fungsi yang masih bisa dipenuhi barang lama.

Tetapkan batas belanja setelah kebutuhan pokok dan kewajiban rutin dialokasikan. Sesuaikan nominalnya dengan kondisi keuanganmu, lalu keluarkan barang yang membuat total belanja melampaui batas.

Kamu dapat meninjau kembali apakah semua barang di keranjang benar-benar dibutuhkan. Coba hapus barang yang hanya menarik karena warna baru, merek berbeda, atau harga sedang turun.

2. Hitung harga akhir, jangan terpaku pada besarnya diskon

Ilustrasi gaya hidup konsumtif di kalangan Gen Z. (pixabay.com/StockSnap)

Bandingkan harga barang yang sama di beberapa penjual sebelum membeli. Bank Indonesia mengingatkan konsumen untuk memperhatikan harga, kualitas barang, dan reputasi penjual.

Hitung total pembayaran setelah potongan, ongkos kirim, dan biaya layanan diterapkan. Baca syarat voucher, termasuk minimum belanja dan batas potongan, agar manfaatnya tidak salah dihitung.

Sebagai ilustrasi, tambahan belanja Rp50 ribu demi potongan ongkir Rp10 ribu tetap menambah pengeluaran Rp40 ribu. Pertimbangkan langkah ini hanya jika barang tambahan memang dibutuhkan dan masih sesuai anggaran.

3. Beri jeda sebelum membayar dan periksa konsekuensi cicilan

ilustrasi gaya hidup (unsplash.com/Neik & Jay)

Untuk barang yang tidak mendesak, beri jeda sebelum menyelesaikan pembayaran. Dalam edukasi keuangannya, BNI menyarankan jeda, misalnya 24 jam, agar pembelian tidak terburu-buru karena promo.

Jika mempertimbangkan paylater, periksa total pembayaran, biaya atau bunga, jadwal cicilan, dan ketentuan denda. Jumlahkan kewajiban baru dengan cicilan yang sudah berjalan sebelum menilai kemampuan membayar.

Saat anggaran sudah habis, hentikan belanja dan tunda pembelian berikutnya. Jika masih ada sisa, kamu bisa mempertahankannya untuk kebutuhan lain tanpa harus menghabiskannya selama promo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article