Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Direktur BUMDes di Lombok Ditemukan Tewas Tergantung, Ini Penyebabnya!
Jenazah Direktur BUMDes di Lombok Utara yang ditemukan tergantung di plafon rumah. (dok. Istimewa)
  • Seorang Direktur BUMDes di Lombok Utara ditemukan tewas tergantung di rumahnya, pertama kali diketahui oleh sang istri pada Jumat siang.
  • Hasil pemeriksaan polisi tidak menemukan tanda kekerasan, dan korban diduga bunuh diri akibat tekanan ekonomi serta masalah kesehatan; keluarga menolak autopsi.
  • Pihak berwenang mengimbau masyarakat lebih peduli terhadap kondisi sekitar dan menyediakan hotline RSJ Mutiara Sukma bagi warga yang membutuhkan bantuan pencegahan bunuh diri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lombok Utara, IDN Times - Seorang pria inisial HK (36) asal Dusun Mekar Sari, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditemukan tewas tergantung di plafon rumah pada Jumat (10/4/2026). Korban yang merupakan Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pertama kali ditemukan istrinya dalam keadaan tergantung di dalam rumah sekitar pukul 12.30 WITA.

Berdasarkan keterangan saksi, korban ditemukan tergantung menggunakan tali rafia yang terikat pada kayu plafon rumah. Istri korban kemudian menurunkan suaminya dengan memotong tali dan meminta bantuan warga sekitar.

1. Hasil pemeriksaan awal aparat kepolisian

Ilustrasi gantung diri. (IDN Times/Mia Amalia)

Selanjutnya, warga bersama-sama mengevakuasi korban ke dalam rumah. Aparat kepolisian Polsek Tanjung yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi melakukan pengecekan, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan langkah-langkah kepolisian. Kapolsek Tanjung AKP Surya Irawan mengatakan dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

2. Diduga karena masalah ekonomi, keluarga menolak dilakukan autopsi

Tali rafia yang diduga digunakan korban untuk gantung diri. (dok. Istimewa)

Surya menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh, korban diduga mengalami tekanan akibat permasalahan ekonomi serta kondisi kesehatan yang dialaminya. Dari hasil pengecekan di TKP dan keterangan saksi, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri.

"Pihak keluarga juga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi,” jelasnya.

Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum setempat. Peristiwa tersebut ditangani dengan cepat oleh aparat kepolisian dan berlangsung dalam situasi aman serta kondusif.

Surya mengimbau kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar serta saling memberikan dukungan, terutama kepada warga yang sedang mengalami permasalahan pribadi.

3. Hotline RSJ Mutiara Sukma jika merasa ingin bunuh diri

RSJ Mutiara Sukma NTB. (dok. Istimewa)

Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

Bagi warga NTB, Anda bisa menghubungi hotline pencegahan bunuh diri RSJ Mutiara Sukma pada nomor 087757972020 atau melalui aplikasi di playstore. Pengguna android bisa mengunduh aplikasi Mutiara Sukma RSJMS lalu memilih layanan Lapor Budir. Anda akan diarahkan untuk konsultasi secara gratis dengan dokter atau psikiater berpengalaman melalui aplikasi tersebut.

Selain itu, layanan konseling kesehatan jiwa juga tersedia di rumah sakit umum, puskesmas, biro psikologi, dan juga melalui online. Terdapat pula beberapa komunitas di Indonesia yang secara swadaya menyediakan layanan konseling sebaya dan support group online yang dapat menjadi alternatif bantuan pencegahan bunuh diri dan memperoleh jejaring komunitas yang dapat membantu untuk gangguan kejiwaan tertentu.

Editorial Team