KBRI Yangon Percepat Pemulangan WNI dari Myanmar. (Dok. KBRI Yangon)
Aidy mengatakan berdasarkan informasi koordinasi sementara, jarak dari lokasi korban menuju Bandara Internasional Yangon memerlukan perjalanan darat yang cukup panjang, dengan estimasi sekitar 7–8 jam perjalanan. Namun tergantung kondisi jalan, keamanan, pemeriksaan atau checkpoint, rute yang dapat digunakan, serta situasi aktual di lapangan.
"Dengan demikian, lokasi yang bersangkutan cukup jauh dari pusat pemerintahan dan layanan diplomatik di Yangon. Proses pemindahan menuju Yangon perlu dilakukan secara terencana dan tidak dapat diperlakukan sebagai penjemputan biasa," jelasnya.
Koridor Myawaddy–Thin Gan Nyi Naung merupakan bagian dari jalur yang secara historis menghubungkan perbatasan Thailand dengan wilayah Myanmar bagian dalam. Jalur tersebut melewati kawasan dengan kondisi geografis yang relatif kompleks dan dalam perkembangan terkini terdapat perubahan penguasaan maupun penggunaan sejumlah jalur akibat dinamika konflik.
Aidy menambahkan koordinasi diarahkan untuk memastikan kemungkinan dan mekanisme penjemputan langsung menuju titik lokasi sebagaimana koordinat Google Maps yang telah diperoleh, dengan tetap memperhatikan kewenangan KBRI Yangon serta kondisi keamanan wilayah.
KBRI Yangon diharapkan dapat melakukan verifikasi lebih lanjut terhadap kondisi yang bersangkutan termasuk kondisi keselamatan dan kesehatan, kebebasan bergerak, pihak yang saat ini bersama atau menguasai yang bersangkutan. Kemudian dokumen perjalanan yang dimiliki, status pekerjaan dan proses keberangkatannya ke Myanmar.
"Kemungkinan adanya unsur penipuan, eksploitasi, penyekapan, TPPO, atau tindak pidana lainnya serta mekanisme pemindahan yang aman menuju Yangon," kata dia.
Dia mengatakan Pemprov NTB mendukung langkah perlindungan dan pemulangan yang dilakukan KBRI Yangon serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan tetap menempatkan keselamatan korban dan petugas sebagai pertimbangan utama.
Mengingat karakteristik wilayah Myawaddy sebagai kawasan perbatasan dan adanya dinamika keamanan serta keberadaan berbagai kelompok yang menguasai sejumlah jalur, setiap upaya penjemputan perlu terlebih dahulu mendapatkan koordinasi dan arahan dari KBRI Yangon agar dapat dilakukan melalui jalur yang aman dan sesuai kewenangan.