Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Desa Adat Sade Terbakar, Pemda Loteng Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari
Kondisi Desa Adat Sade Lombok Tengah yang ludes terbakar dan rata dengan tanah, Minggu (23/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Pemda Lombok Tengah menetapkan tanggap darurat kebakaran Desa Adat Sade selama 14 hari, setelah ratusan rumah dilaporkan ludes terbakar.
  • Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyalurkan Rp200 juta dan 200 paket beras; bantuan dikumpulkan di Gedung Koperasi Desa Merah Putih sebelum dibagikan.
  • Pendataan mencatat 75 rumah serta fasilitas adat, ibadah, dan wisata terdampak. Warga mengungsi ke keluarga, sementara pemda menawarkan relokasi ke 40 rumah khusus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lombok Tengah, IDN Times - Pemda Lombok Tengah (Loteng) menetapkan status tanggap darurat pascaterbakarnya Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut. Status tanggap darurat penanganan kebakaran Desa Adat Sade ditetapkan selama dua pekan mendatang.

"Sekarang satunya sudah tanggap darurat sampai 14 hari ke depan," kata Wakil Bupati Lombok Tengah, Nursiah dikonfirmasi usai penyerahan bantuan dari Wakil Ketua DPRD RI Sari Yuliati di Desa Adat Sade, Minggu sore (23/8/2026).

1. Wakil Ketua DPR RI menyumbang Rp200 juta dan 200 paket bantuan beras

Kondisi Desa Adat Sade Lombok Tengah yang ludes terbakar dan rata dengan tanah, Minggu (23/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Nursiah menyebutkan Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati memberikan sumbangan dana sebesar Rp200 juta untuk penanganan korban kebakaran. Selain itu, pimpinan DPR RI Dapil NTB II Pulau Lombok itu juga memberikan bantuan 200 paket beras dengan nilai Rp150 ribu per paket. Sari Yuliati juga meninjau langsung ratusan rumah yang ludes terbakar rata dengan tanah di Desa Adat Sade.

"Pola distribusi bantuan diarahkan tim desa yaitu kepala desa dan tiga Kadus diback up sama Pemda Lombok Tengah. Bantuan dikumpulkan dulu, nanti dibawa ke Gedung Koperasi Desa Merah Putih dekat kantor desa lalu diberikan kepada yang berhak," terangnya.

2. Rincian kerusakan akibat kebakaran Desa Adat Sade

Seorang warga mencari sisa-sisa harta benda pada puing-puing rumah yang rata dengan tanah di Desa Adat Sade Lombok Tengah, Minggu (23/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Desa Adat Sade merupakan salah satu ikon pariwisata NTB yang letaknya tidak jauh dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Desa adat ini, setiap hari banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.

Berdasarkan pendataan hingga Minggu siang, rumah yang terdampak sebanyak 75 unit, masjid 1 unit, berugak sekenam besar 4 unit, berugak sekepat 6 unit, lumbung alang, artshop 69 unit,Bale Beleq 1 unit, toilet umum untuk wisatawan 1 unit, pelonggo 1 unit dan gerbang Desa Adat Sade 1 unit.

3. Pemda Loteng rencanakan relokasi warga

Warga mencari sisa-sisa harta benda pada puing-puing rumah yang ludes terbakar dan rata dengan tanah di Desa Adat Sade Lombok Tengah, Minggu (23/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Untuk sementara, warga yang terdampak kebakaran mengungsi ke rumah-rumah keluarga yang berada di sekitar Desa Adat Sade. Nursiah mengungkapkan bahwa Pemda Loteng sudah menyiapkan tempat layak dan aman bagi para korban kebakaran sambil menunggu pembangunan kembali rumah-rumah yang hangus terbakar.

Dia menyebut ada rumah khusus sebanyak 40 unit yang berada di bagian utara atau dekat kantor Desa Rembitan. Rumah khusus tersebut dibangun beberapa tahun lalu yang sebenarnya diperuntukkan bagi warga di Desa Adat Sade.

"Relokasi yang disiapkan Pemda Lombok Tengah mulai besok ditawarkan. Kita tetap memfasilitasi untuk tempat yang lebih nyaman dan aman," tandasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article