Bocah 9 Tahun di Lotim Meninggal Terseret Arus saat Mandi di Sungai

Lombok Timur, IDN Times – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), pada Kamis, (20/4/25) sekitar pukul 12.00 Wita. Mayat seorang anak laki-laki berusia sekitar 9 tahun ditemukan di Sungai Keramba setelah dilaporkan hanyut terbawa arus air.
Korban yang ditemukan telah meninggal dunia tersebut bernama Ramdani Akbar. Ia merupakan murid SD yang tinggal di Dusun Sepolong, Desa Gelora, Kecamatan Sikur.
1. Kronologi kejadian

Menurut keterangan saksi, Azhari (16 tahun), kakak kandung korban, kejadian bermula ketika dirinya, Ramdani Akbar dan dua teman lainnya sedang mandi di Sungai Keramba. Tiba-tiba, korban terseret arus sungai yang deras. Azhari kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Suhaedi (32 tahun), seorang warga Dusun Sepolong yang juga merupakan tetangga korban.
Suhaedi bersama tiga warga lainnya segera menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian. Setelah menyusuri sungai sejauh kurang lebih 1 kilometer, Suhaedi menemukan punggung korban yang terjepit di antara bebatuan di tengah sungai. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kotaraja untuk mendapatkan pertolongan medis.
"Setelah diperiksa oleh dokter piket di Puskesmas Kotaraja, korban dinyatakan telah meninggal dunia sekitar 2-3 jam sebelumnya. Dokter juga menemukan luka robek sepanjang 2 cm dan lebar 2 inci di bagian kepala korban, diduga akibat benturan dengan benda keras," ujar Kasi Humas Polres Lotim, AKP. Nicolas Usman
2. Keluarga korban menolak autopsi korban

Keuarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan menerima ini sebagai musibah.
Sementara itu, petugas kepolisian dari Polsek Sikur telah melakukan sejumlah tindakan, termasuk menghubungi Unit Identifikasi Polres Lombok Timur, meminta keterangan dari saksi-saksi, mendokumentasikan kejadian, dan membuat laporan resmi. Selain itu, petugas juga telah menghubungi Puskesmas Kotaraja untuk pelaksanaan visum.
"Keluarga menolak untuk dilakukan autopsi, dan menerima ini sebagai musibah," ungkap Nicolas.
3. Imbau masyarakat tidak ke sungai

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat sekitar untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai yang memiliki arus deras, sebab saat ini kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Pihak berwajib juga mengimbau agar anak-anak selalu diawasi oleh orang dewasa saat bermain di area yang berpotensi membahayakan.
"Kondisi cuaca saat ini buruk, hujan dan angin kencang terus terjadi, karena itu, kita himbau masyarakat untuk sementara tidak beraktivitas di sungai," pungkas Nicolas.
![[QUIZ] Apakah Anakmu Diam-diam Terluka? Kenali Tandanya dari Kuis ini!](https://image.idntimes.com/post/20260408/pexels-sripadastudios-28991569_bb6d4fd4-8539-4931-93f7-84949f299e20.jpg)


















