Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 6 Meter di Perairan NTB
Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Istimewa)

Mataram, IDN Times - BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi hingga 6 meter di perairan Nusa Tenggara Barat (NTB). Peringatan dini tersebut berlaku mulai Senin (20/7/2026) pukul 08:00 WITA hingga Selasa (21/7/2026) pukul 08:00 WITA.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi ZAM Lombok Nur Siti Zulaichah mengatakan dia wilayah perairan NTB dengan potensi gelombang tinggi mencapai 4 hingga 6 meter. Dua wilayah perairan yang masuk zona merah atau kategori gelombang sangat tinggi adalah Selat Lombok bagian selatan dan Samudera Hindia selatan NTB.

1. Lima wilayah perairan NTB dengan ketinggian gelombang mencapai 4 meter

Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Istimewa)

Zulaichah juga menyebutkan lima wilayah perairan NTB dengan ketinggian gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter. Antara lain, Selat Lombok Bagian Utara, Selat Alas Bagian Utara, Selat Alas Bagian Selatan, Perairan Selatan Sumbawa dan Selat Sape Bagian Selatan.

Sedangkan Selat Sape Bagian Utara dengan potensi tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 3,5 meter. Sementara di Perairan Utara Sumbawa tinggi gelombang mencapai 0,5 hingga 1,25 meter.

2. Masyarakat harus tetap selalu waspada

Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dia mengimbau masyarakat agar mewaspadai tinggi gelombang yang mencapai 2 meter di hampir seluruh wilayah perairan strategis di NTB. Di antaranya, Selat Lombok bagian utara dan selatan, Selat Alas bagian utara dan selatan, Perairan Selatan Sumbawa, Selat Sape bagian utara dan selatan dan Samudra Hindia Selatan NTB.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi untuk tetap selalu waspada," kata dia.

3. Risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran

Ilustrasi ombak. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Kondisi gelombang tinggi di perairan NTB membawa risiko terhadap berbagai jenis armada transportasi laut. Untuk itu, para pengguna dan operator jasa pelayaran agar memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Untuk perahu nelayan, berisiko tinggi jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kemudian kapal tongkang, berisiko tinggi jika kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Selanjutnya untuk kapal feri atau penyeberangan berisiko tinggi jika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Sedangkan untuk kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar berisiko tinggi jika kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

Curated For You

Editorial Team

Related Article