BBPOM Kupang Uji Sampel Takjil Ramadan, Ini Hasilnya!

- BBPOM Kupang melakukan uji laboratorium terhadap 20 sampel takjil di Jalan Urip Sumoharjo untuk memastikan keamanan pangan selama Ramadan.
- Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel bebas dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow.
- Pemeriksaan akan terus dilakukan di berbagai titik penjualan takjil, disertai pembinaan bagi pedagang agar menjaga higienitas dan keamanan produk.
Kupang, IDN Times - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Kupang melakukan uji laboratorium terhadap takjil atau jajanan berbuka puasa yang dijual di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengujian dilakukan untuk memastikan pangan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat selama Ramadan.
Langkah ini menjadi bagian dari pengawasan rutin BBPOM menjelang bulan puasa, saat penjualan takjil meningkat dan beragam jenis makanan siap santap dijajakan di ruang publik. Kepala BBPOM di Kupang, Sem Lapik, mengatakan pengujian difokuskan untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya dalam makanan. Menurutnya, pengawasan ini penting guna melindungi konsumen dari risiko kesehatan.
“Sehingga aman dikonsumsi masyarakat dan tentunya untuk melindungi konsumen supaya tetap sehat saat menikmati pangan ini,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
1. Pengujian untuk buktikan keamanan pangan

Ia menyatakan pengujian dilakukan dengan metode sampling. Ada 20 jenis produk takjil sebagai sampel yang diuji pada Kamis (19/2/2026). Hasilnya BPOM ak menemukan zat atau negatif dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin b, methanyl yellow dan sejenisnya yang berbahaya dikonsumsi.
"Kita sudah melakukan sampling terhadap 20 produk dan telah diuji secara cepat dan semuanya aman. Itu artinya saudara-saudari kita yang membuat produk ini sudah sadar tentang keamanan pangan," jelas Sem.
Mudah-mudahan, kata dia, keamanan ini dapat terus berlanjut sepanjang sebulan ke depan. Pihak akan kembali turun untuk menguji lagi takjil yang dijajakan pada titik tersebut.
2. BBPOM akan beri teguran jika temui produk tak sesuai ketentuan

Pemeriksaan secara intensif juga akan berlangsung di titik-titik lainnya selama bulan Ramadan ini. Pihaknya akan mencapai semua titik penjualan takjil dan menguji produk jajanan yang dijual ke masyarakat.
"Dalam waktu dekat atau mungkinkah dalam pertengahan bulan suci Ramadan ini kami akan turun lagi. Kita intensif dan dengan mobil laboratorium ini kita akan keliling biasanya di Oesapa, Oepoi, Airmata, semua nanti kita cek," lanjut dia.
BBPOM juga akan memberikan teguran dan pembinaan bila terdapat penjual yang menjajakan produk tak sesuai ketentuan atau membahayakan keselamatan konsumen.
"Kita akan memberikan teguran dan pembinaan. Sementara produk yang ditemukan bahan berbahaya pasti akan kita amankan supaya tidak dikonsumsi masyarakat," tambah dia.
3. Hasil pengujian tahun sebelumnya juga negatif

Ia menegaskan selama beberapa tahun belakangan pun takjil yang dijual selalu negatif atau tidak mengandung bahan berbahaya. Ia berharap kejadian tak diinginkan itu tak pernah terjadi di Kota Kupang.
Namun ia juga tetap mengimbau kepada pedagang maupun pembeli agar selalu cerdas dalam membuat atau memilih produk makanan selama Ramadan ini.
"Menjadi konsumen yang cerdas dan menjadi pedagang yang cerdas. Artinya menjual produk yang aman bagi masyarakat. Sementara bagi konsumen perlu memastikan produk tertutup dengan baik atau tidak terpapar debu atau lalat. Kemudian perhatikan apakah peralatan yang digunakan penjual itu higienis sehingga kita sendiri bisa lebih aman," jelas dia lagi.














![[QUIZ] Sering Merasa Lelah tanpa Sebab? Cek Penyebabnya dengan Jawab Kuis ini!](https://image.idntimes.com/post/20251211/pexels-liza-summer-6383189_14fd3247-f7c9-4a20-bd5a-4cdef70a5ee6.jpg)
![[QUIZ] Seberapa Kenal Kamu dengan Budaya Sasak di NTB? Buktikan!](https://image.idntimes.com/post/20260123/upload_9484a18fe2ea547cb9c622e6f741e50d_411eabbc-4007-4bed-b18b-1bdf2c126b0e_watermarked_idntimes-1.jpg)


