6 Rekomendasi Buku yang Menenangkan saat Hidup Terasa Berat

Hidup Itu Indah, Jangan Dipikirkan, karya Puthut EA
- Buku dengan gaya ringan, jujur, dan manusiawi.
- Mengingatkan bahwa hidup cukup dijalani apa adanya.Rectoverso, karya Dee Lestari
- Kumpulan cerita dan lagu tentang perasaan sulit.
- Memberi ruang untuk merasakan tanpa tuntutan.Filosofi Teras, karya Henry Manampiring
- Memperkenalkan filosofi Stoik dengan bahasa membumi.
- Menenangkan dengan cara rasional namun empatik.
Ada fase dalam hidup ketika segalanya terasa terlalu bising, seperti tuntutan datang dari berbagai arah, emosi menumpuk tanpa sempat diurai, dan lelah menjadi perasaan yang paling jujur. Di saat seperti itu, banyak orang tidak membutuhkan nasihat panjang atau solusi instan, melainkan ruang untuk bernapas dan merasa dimengerti.
Buku sering menjadi tempat paling aman untuk beristirahat sejenak. Lewat kata-kata yang tenang dan cerita yang membumi, buku bisa memeluk tanpa menghakimi.
Berikut 6 rekomendasi buku yang menenangkan saat hidup terasa berat.
1. Hidup Itu Indah, Jangan Dipikirkan karya Puthut EA

Buku ini ditulis dengan gaya ringan, jujur, dan sangat manusiawi. Puthut EA tidak menawarkan petuah besar, melainkan pengamatan sederhana tentang hidup, kegagalan, dan penerimaan. Justru kesederhanaan inilah yang membuat buku ini terasa menenangkan.
Saat hidup terasa berat, buku ini mengingatkan bahwa tidak semua hal harus dipahami secara mendalam. Kadang, hidup cukup dijalani apa adanya. Membaca buku ini seperti duduk santai bersama seseorang yang berkata, “Tidak apa-apa kalau hari ini kamu lelah.”
2. Rectoverso karya Dee Lestari

Rectoverso adalah kumpulan cerita dan lagu tentang perasaan yang sering sulit diungkapkan: rindu, kehilangan, dan cinta yang tidak selesai. Dee Lestari menuliskannya dengan bahasa lembut yang perlahan menyentuh sisi emosional pembaca.
Buku ini menenangkan karena ia tidak memaksa pembaca untuk kuat. Sebaliknya, ia memberi ruang untuk merasakan apa pun yang sedang dirasakan. Cocok dibaca perlahan saat hati sedang penuh dan butuh ditemani tanpa tuntutan.
3. Filosofi Teras karya Henry Manampiring

Buku ini memperkenalkan filosofi Stoik dengan bahasa yang sangat membumi dan relevan dengan kehidupan modern. Filosofi Teras membantu pembaca memahami bahwa tidak semua hal berada dalam kendali kita dan itu bukan kegagalan.
Ketika hidup terasa berat, buku ini menenangkan dengan cara yang rasional namun empatik. Ia mengajak pembaca melepaskan beban yang tidak perlu, dan fokus pada hal-hal kecil yang bisa dikendalikan, seperti sikap dan cara berpikir.
4. The Comfort Book karya Matt Haig

Buku ini ditulis sebagai kumpulan catatan singkat, refleksi, dan pengingat kecil tentang kehidupan. Tidak perlu dibaca berurutan, karena setiap halaman berdiri sebagai pelukan kecil bagi pembacanya.
The Comfort Book terasa seperti teman yang hadir di saat-saat rapuh. Ia tidak berusaha mengubah hidupmu, hanya mengingatkan bahwa perasaan berat adalah bagian dari menjadi manusia dan itu tidak apa-apa.
5. Ikigai karya Hector Garcia dan Francesc Miralles

Buku ini mengajak pembaca melihat hidup dengan ritme yang lebih pelan dan bermakna. Konsep ikigai membantu seseorang menemukan alasan kecil untuk bangun setiap pagi, tanpa tekanan harus menjadi luar biasa.
Saat hidup terasa berat, buku ini menenangkan dengan perspektif bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari pencapaian besar. Ia bisa hadir dari rutinitas sederhana, hubungan hangat, dan rasa cukup terhadap hidup yang dijalani.
6. Man’s Search for Meaning karya Viktor E. Frankl

Buku ini menawarkan ketenangan yang lahir dari makna. Viktor Frankl menunjukkan bahwa bahkan dalam penderitaan terdalam, manusia masih memiliki kebebasan untuk memilih sikap terhadap hidup.
Meskipun temanya berat, buku ini justru menenangkan karena memberi harapan yang jujur. Ia tidak menyangkal rasa sakit, tetapi membantu pembaca memahami bahwa hidup tetap layak dijalani, bahkan saat terasa paling berat.
Hidup yang terasa berat bukan tanda kelemahan, melainkan isyarat bahwa kita sedang memikul terlalu banyak. Enam buku di atas tidak menjanjikan perubahan instan, tetapi menawarkan kehadiran yang menenangkan. Kadang, yang kita butuhkan bukan jawaban, melainkan kata-kata yang berkata: kamu tidak sendirian, dan kamu boleh beristirahat sejenak.
Itulah 6 rekomendasi buku yang menenangkan saat hidup terasa berat.







![[QUIZ] Pilihanmu Bisa Ungkap Cara Pandangmu tentang Kehidupan!](https://image.idntimes.com/post/20260206/pexels-anastasiia-chaikovska-206547003-17867916-3_1a3d9527-8389-496e-8ad8-7dfc964e6e4e.jpg)










