Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260113_224742_492.jpg
Rumah warga yang hanyut akibat banjir di Kecamatan Sekotong Lombok Barat, Selasa (13/1/2026) malam. (dok. Istimewa)

Lombok Barat, IDN Times - Bencana banjir menerjang dua desa di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 19.00 WITA. Bencana banjir menerjang Desa Persiapan Pengantap dan Desa Persiapan Blongas, Kecamatan Sekotong.

Banjir setinggi pinggang orang dewasa itu menyebabkan korban jiwa. Seorang perempuan di Desa Persiapan Blongas dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, banjir juga menyebabkan satu rumah warga hanyut.

1. Hujan lebat disertai angin kencang

Banjir menerjang wilayah Kecamatan Sekotong Lombok Barat, Selasa (13/1/2026) malam. (dok. Istimewa)

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin menjelaskan bahwa pada Selasa (13/1/2026), telah terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan disertai dengan angin kencang secara merata di Kabupaten Lombok Barat, sehingga menyebabkan air sungai meluap.

Akibat banjir tersebut, sebanyak 570 kepala keluarga atau 1.711 jiwa terkena dampak di Desa Persiapan Pengantap. Sementara di Desa Persiapan Blongas, seorang warga atas nama Nurinah (69), meninggal dunia.

2. Kebutuhan mendesak warga terdampak banjir

Banjir menerjang wilayah Kecamatan Sekotong Lombok Barat, Selasa (13/1/2026) malam. (dok. Istimewa)

Upaya yang dilakukan, BPBD Provinsi NTB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat dan stakeholder terkait. Selanjutnya, Tim BPBD Kabupaten Lombok Barat melakukan penanganan dan asesmen ke wilayah yang terdampak bencana.

Penanganan di lapangan melibatkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Lombok Barat, TNI/Polri, aparatur desa dan masyarakat setempat. Adapun kebutuhan mendesak bagi warga terdampak banjir adalah terpal, matras, makanan siap saji dan baby kids.

"Kondisi saat ini, banjir belum surut," kata dia.

3. Banjir juga menerjang wilayah Lombok Tengah

Wilayah yang berpotensi dilanda curah hujan tinggi di NTB dalam 10 hari ke depan. (dok. BMKG)

Selain itu, bencana banjir juga menerjang Desa Montong Ajan dan Desa Kabul Kecamatan Praya Barat Daya pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 19.30 WITA. Terkait dampak, petugas masih melakukan pendataan di lapangan.

BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Tengah dan stakeholder terkait. Kemudian, Tim BPBD Kabupaten Lombok Tengah sedang dalam perjalanan menuju lokasi terdampak bencana.

Dikatakan, saat ini sebagian besar wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian kecil lainnya masih dalam periode peralihan musim.

Potensi hujan cukup signifikan dalam 7 hari mendatang, sehingga masyarakat diimbau agar memperhatikan kebersihan dan debit di wilayah aliran air.

Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Editorial Team