Saling Tatap, Siswa SMA di Lombok ini Dikeroyok 8 Orang Hingga Tewas

Selain dipukul, korban juga ditusuk pada bagian punggung

Lombok Barat, IDN Times - Seorang siswa SMA asal Desa Banyumulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat tewas dikeroyok delapan remaja tak dikenal. Korban dikeroyok hingga tewas pada Sabtu (4/12/2021).

Korban berinisial JR (16) dikeroyok saat melintas di Jalan Bypas BIL II Gerung-Mataram sekitar pukul 01:00 dini hari bersama dua rekannya. Kini delapan pelaku sudah ditangkap polisi.

1. Delapan pelaku diamankan

Saling Tatap, Siswa SMA di Lombok ini Dikeroyok 8 Orang Hingga TewasPolisi amankan pelaku pengroyokan di Lombok Barat/dok. Polres Lombok Barat

Kapolres Lombok Barat AKBP Wirasto Adi Nugroho mengatakan peristiwa penganiayaan JR ini terjadi tepat di Jalan Bypass BIL II Gerung-Mataram depan Kuburan Dusun Jereneng, Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat. Semua tersangka kini sudah diamankan.

"Untuk tersangka yang kita amankan, semua sudah lengkap ada delapan orang," kata Wirasto.

Lima dari delapan orang tersangka masih usia anak. Ada pun identitas para tersangka yang berhasil diamankan di antaranya inisial LK (20), kemudian tersangka kedua inisial PB (22), dan KU (18). Sedangkan, terduga pelaku yang masih berstatus anak-anak di antaranya berinisial IS (16), IH (15), MIH (16), MH (15) dan MN (16).

"Jadi tiga dewasa, lima anak-anak," jelas Wirasto.

2. Korban ditusuk di bagian punggung

Saling Tatap, Siswa SMA di Lombok ini Dikeroyok 8 Orang Hingga TewasPelaku diamankan di Mapolres Lombok Barat/dok. Polres Lombok Barat

Kejadian pengeroyokan ini kata Wirasto berawal ketika korban berbonceng tiga mengendarai sepeda motor di jalan Bypass BIL II, dari arah Mataram menuju Lombok Barat. Di mana, awalnya korban dan delapan orang terduga saling tatap antar-pengendara.

"Saling tatap muka, sehingga tersinggung lalu terjadi pengeroyokan tersebut," kata Wirasto.

Sampai di Depan Kuburan di Dusun Jereneng Desa Bajur, tiba-tiba rekan korban atau pelapor didekati oleh delapan orang tidak dikenal. 

"Mereka langsung dikeroyok di situ. Satu pelaku atas nama LK melakukan penusukan ke korban," katanya.

Kejadian penusukan korban JR kata Wirasto terjadi sekitar pukul 01:20 WITA, Minggu (5/12/2021) dini hari. Usai kejadian sekitar pukul 01.50 WITA, korban sempat dilarikan menuju rumah sakit RSUD Gerung.

"Korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia," kata Wirasto.

Baca Juga: Hendak Jual Sabu, Pegawai Honorer di Sumbawa Diciduk Polisi

3. Pelaku diamankan bersama barang bukti

Saling Tatap, Siswa SMA di Lombok ini Dikeroyok 8 Orang Hingga TewasBarang bukti diamankan polisi/dok. Polres Lombok Barat

Usai dilakukan penyelidikan, satu nama pelaku berinisial MIH dikantongi polisi beralamat di Desa karang Bongkot Desa Labuapi diamankan polisi. Usai dibekuk, MIH mengaku ke polisi identitas enam terduga pelaku lainnya.

"Satu tersangka utama berinisial LK," imbuhnya.

Tersangka utama LK sempat kabur usai pengejaran polisi. Kemudian pada Rabu (8/12/2021), polisi akhirnya mendapatkan dan mengamankan LK beserta barang bukti yang dipakai menusuk korban.

"LK ini yang melakukan penusukan langsung terhadap korban, dari bagian punggung sampai tembus ke depan, menggunakan senjata tajam ini," kata Wirasto.

Ada pun motif dari pelaku utama LK mengaku usai melihat teman-temannya mengeroyok korban, langsung melakukan penusukan terhadap korban. Adapun Barang Bukti yang berhasil diamankan di antaranya satu unit kendaraan Kawasaki KLX warna pink tanpa nomor kendaraan, kemudian dua unit motor honda.

Selain itu, polisi juga mengamankan sebilah pisau dengan gagang kayu berwarna coklat ukuran Panjang sekitar 40 cm, dan satu potong celana Panjang kain warna abu-abu milik korban yang berisikan bekas darah korban.

Kini, para pelaku pengeroyokan disangkakan pasal 76c, pasal 80 Ayat (1), Ayat (2) dan Ayat (3) UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak dan atau pasal 170 Ayat (1) dan Ayat (2) Ke-1, Ke-2 dan Ke-3 KUHP dengan ancaman maksimal 15 penjara.

"Kelima pelaku anak-anak kita serahkan ke LPA Anak di Paramita," kata Wirasto.

Baca Juga: Keluarga di Mataram ini Kompak Edarkan Sabu

Topik:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya