Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7.319 Hektare TN Tambora Terbakar, Pendakian Ditutup Sementara
Gunung Tambora (dok Balai TNT)

Mataram, IDN Times - Aktivitas pendakian Gunung Tambora di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditutup sementara mulai 1 September sampai waktu belum ditentukan. Penutupan pendakian Gunung Tambora dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Abdul Azis Bakry menjelaskan penutupan sementara pendakian Gunung Tambora menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan. Surat edaran itu terkait penutupan sementara dan pembukaan secara terbatas wisata pendakian gunung di kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam.

"Dalam rangka pencegahan kebakaran hutan dan lahan dilakukan penutupan sementara aktivitas pendakian di Taman Nasional Tambora mulai 1 September 2026," kata Bakry dikonfirmasi IDN Times, Selasa (1/9/2026)

1. Seluas 7.319 hektare kawasan Taman Nasional Tambora terbakar hingga 7 Agustus 2026

Karhutla di kawasan Taman Nasional Tambora. (dok. Balai TNT)

Bakry menyebutkan hingga 7 Agustus 2026, tercatat sebanyak 51 titik kejadian karhutla dengan total luas areal terdampak di dalam kawasan Taman Nasional Tambora mencapai 7.319,83 hektare. Eskalasi kebakaran mengalami lonjakan drastis pada Juni dan Juli 2026.

Pada Juni 2026, tercatat sebanyak 17 kejadian kebakaran dengan luas kawasan terdampak 1.267,61 hektare dan mencapai puncaknya pada Juli 2026 dengan 19 kejadian kebakaran seluas 5.299,75 hektare seiring masuknya puncak musim kemarau. Sementara itu, pada awal Agustus tercatat 2 kejadian kebakaran di kawasan Taman Nasional Tambora seluas 189,55 hektare.

Sedangkan pada Februari tercatat 3 kejadian kebakaran seluas 308,57 hektare, Maret sebanyak 5 kejadian kebakaran seluas 93,92 hektare, April sebanyak 4 kejadian kebakaran seluas 104,79 hektare dan Mei sebanyak 1 kejadian kebakaran dengan luas areal terdampak seluas 55,61 hektare.

2. Wilayah Taman Nasional Tambora yang paling parah dilanda karhutla

jalur pendakian Gunung Tambora via Pancasila (instagram.com/jalurpancasila_tambora)

Dia menambahkan, wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Kore menjadi wilayah yang paling parah dilanda karhutla dengan 43 titik kejadian dan luas terdampak mencapai 5.519,33 hektare. Sedangkan di wilayah SPTN II Pekat, tercatat 8 kejadian dengan luas areal terdampak seluas 1.800,50 hektare.

​Sementara, berdasarkan Resor Pengelolaan, Resor Piong mencatatkan angka tertinggi dengan 32 kejadian dan luasan mencapai 4.654,12 hektare. Wilayah lain yang turut terdampak meliputi Resor Doroncanga 5 kejadian seluas 1.533,31 hektare, Resor Kawinda Toi sebanyak 3 kejadian seluas 512,30 hektare, Resor Oi Katupa 8 kejadian seluas 352,90 hektare, Resor Pancasila sebanyak 1 kejadian seluss 173,10 hektare, dan Resor Doropeti 2 kejadian seluas 94,07 hektare.

3. Lima pemicu karhutla di Taman Nasional Tambora

Keindahan Gunung Tambora di Kabupaten Dompu. (Dok.IDN Times/NTB)

Bakry menyebutkan lima pemicu yang menyebabkan karhutla di kawasan Taman Nasional Tambora. Antara lain ilegal hunting, pengembalaan ternak, pembukaan atau pembersihan lahan, pemanenan madu hutan dan pembukaan akses jalur di lokasi savana.

Untuk mencegah meluasnya karhutla, Balai Taman Nasional Tambora meningkatkan intensitas patroli pencegahan di titik-titik rawan berdasarkan peta pemodelan. Selain itu, kata Bakry, pihaknya melakukan sosialisasi persuasif kepada masyarakat penyangga kawasan, serta pelaksanaan program edukasi dini bagi para pelajar.

Selain itu, kata dia, kesiapsiagaan regu pemadam terus disiagakan melakukan penindakan cepat saat titik api terdeteksi untuk melindungi kelestarian ekosistem Taman Nasional Tambora.

Curated For You

Editorial Team

Related Article