Ada buku-buku tertentu yang tidak terasa seperti bacaan biasa. Saat membacanya, kita merasa seolah sedang membuka surat lama yang ditulis bukan oleh orang lain, melainkan oleh diri sendiri di waktu yang berbeda.
Kalimatnya pelan, jujur, dan langsung menyentuh bagian terdalam yang sering kita abaikan. Buku semacam ini tidak menggurui atau memaksa berubah. Ia hadir seperti suara batin yang akhirnya berani berbicara: tentang lelah, ragu, luka, dan harapan yang belum sempat dirapikan.
Berikut 6 buku yang terasa seperti surat untuk diri sendiri yang bisa kamu baca secara perlahan dan direnungi diam-diam.