Mataram, IDN Times - Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat ada 391 pekerja migran setempat yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sepanjang 2023.
Kepala BP3MI NTB Noerman Adhiguna mengatakan, NTB merupakan provinsi dengan urutan keempat terbanyak di Indonesia yang mengirim pekerja migran Indonesia (PMI). Dengan data penempatan sampai tanggal 26 Desember 2023 tercatat sebanyak 26.893 orang.
Kemudian pelayanan penanganan permasalahan PMI tercatat sebanyak 1.079 orang dan data pelayanan pemulangan tercatat sebanyak 16.289 orang. Data tersebut adalah PMI yang menerima pelayanan melalui Kantor BP3MI NTB.
Sementara data pelayanan pada BP3MI NTB tahun 2022 untuk penempatan sebanyak 17.255 orang, pelayanan penanganan permasalahan PMI tercatat sebanyak 1.044 orang dan data pelayanan pemulangan tercatat sebanyak 29.116 Orang.
